Ia menambahkan, pendekatan jemput bola ini membuat layanan Pertamina Peduli semakin mudah diakses, khususnya oleh kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan warga dengan keterbatasan mobilitas, sekaligus memperkuat kehadiran relawan di tengah masyarakat terdampak bencana.
Dari hasil pemeriksaan di lapangan, tim relawan banyak menemukan warga yang mengalami cedera kaki akibat tertusuk paku, pecahan kaca, dan benda tajam lainnya.
Pada sejumlah kasus, luka tersebut bahkan telah mengalami infeksi, termasuk pada anak-anak.
Selain itu, relawan juga mencatat peningkatan keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta penyakit kulit akibat kondisi lingkungan pascabanjir.
Tak hanya memberikan layanan medis, Pertamina Peduli juga menyalurkan bantuan energi dan kebutuhan dasar.
Baca Juga: Beach Hopping di Selatan Jawa: 7 Pantai Terbaik di Tulungagung untuk Menemani Libur Akhir Pekanmu
Di Aceh Tamiang, Pertamina secara rutin mengirimkan tiga truk penampung air dengan kapasitas masing-masing 7.000 liter.
Ke depan, armada truk air ini akan ditambah untuk menjangkau desa-desa yang belum mendapatkan pasokan air bersih.
Tiga truk tersebut menopang kebutuhan warga di dua desa terdampak yang dihuni sekitar 300 kepala keluarga, termasuk satu pondok pesantren.
Baca Juga: Tak Perlu ke Stasiun, Pembatalan Tiket Whoosh Kini Bisa Online
Relawan juga membagikan tikar dan kasur Palembang kepada warga di kedua desa tersebut.
Penyaluran bantuan selanjutnya akan dilanjutkan ke Dusun Gang Glugur, wilayah yang sebelumnya belum tersentuh bantuan, serta diperluas ke desa-desa lain yang masih membutuhkan.
Untuk memenuhi kebutuhan mendesak, warga Dusun Gang Glugur telah menerima bantuan air bersih siap minum dari Pertamina Peduli, mengingat pascabencana sebagian warga terpaksa memanfaatkan air hujan yang ditampung untuk memasak.