rilis-bumn

Bank Mandiri Perkuat Ekosistem Inklusif untuk Pekerja dan UMKM Disabilitas

Kamis, 18 Desember 2025 | 16:30 WIB
Bank Mandiri gelar Mandiri Inclusivity Summit 2025 untuk dukung UMKM dan pekerja disabilitas, perkuat literasi keuangan, inklusivitas, dan ekosistem usaha berkelanjutan. (Dok. Bank Mandiri)

Kabar BUMN – Bank Mandiri semakin menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam rangka Hari Disabilitas Internasional 2025, bank dengan kode saham BMRI ini menyelenggarakan Mandiri Inclusivity Summit 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas akses ekonomi sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang ramah disabilitas.

Baca Juga: Skor Melesat, SIG Kantongi Predikat Informatif dari Komisi Informasi Pusat

Direktur Human Capital & Compliance Bank Mandiri, Eka Fitria, menjelaskan bahwa summit ini menitikberatkan pada literasi keuangan, penguatan kapasitas UMKM, dan peningkatan akses pembiayaan serta kesempatan kerja yang setara.

Mengusung tema ‘Fostering Disability-Inclusive Societies for Advancing Social Progress’, Bank Mandiri menekankan pentingnya karya bersama yang setara dan inklusif bagi semua pihak.

Agenda utama summit berupa talkshow bertajuk ‘Empowering Entrepreneurs Through Financial Intelligence’ yang membahas strategi pengelolaan keuangan, perencanaan bisnis berkelanjutan, serta optimalisasi layanan perbankan untuk UMKM penyandang disabilitas.

Baca Juga: Rekor Keselamatan Terjaga, Pertamina EP Ramba Field Catat 1.051 Hari Tanpa Kecelakaan di Tengah Peningkatan Produksi

Talkshow ini menghadirkan Jessica Nicoline Sengkey, Vice President SME Group Bank Mandiri, dan Fany Efrita Rotua Ritonga, Co-Founder Alunjiva Indonesia, sebagai pembicara.

Eka Fitria menegaskan bahwa inklusivitas merupakan fondasi dalam memperkuat daya saing SDM dan dunia usaha.

“Tidak hanya melalui akses layanan keuangan, tetapi juga melalui penciptaan tempat kerja yang terbuka dan setara bagi semua. Upaya ini sejalan dengan arah pembangunan nasional untuk memperkuat kualitas SDM dan memperluas partisipasi masyarakat dalam pertumbuhan ekonomi,” ujarnya pada Kamis (18/12).

Baca Juga: Tiga Destinasi Favorit di Malaysia yang Wajib Masuk Itinerary Liburan Akhir Tahun

Fany Efrita Rotua Ritonga menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun ekosistem inklusif.

“Pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja."

Halaman:

Tags

Terkini