rilis-bumn

Telkom Resmi Spin-off Bisnis Fiber, InfraNexia Jadi Pilar Baru Infrastruktur Digital Nasional

Jumat, 19 Desember 2025 | 08:00 WIB
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini (Keempat dari Kiri) saat acara penandatanganan akta pemisahan (deed of spin-off) InfraNexia di Jakarta, pada Kamis (18/12). (Dok. Telkom)

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian integral dari strategi transformasi TLKM 30 untuk mengoptimalkan monetisasi aset strategis.

Baca Juga: Ragam Efek Psikologis dan Fisik Setelah Menempuh Penerbangan Jarak Jauh

“Pemisahan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia merupakan langkah strategis untuk meningkatkan fokus bisnis, efisiensi operasional, dan nilai tambah dari aset infrastruktur fiber TelkomGroup.

"Melalui InfraNexia sebagai entitas yang berfokus penuh pada pengelolaan dan pengembangan bisnis infrastruktur fiber, kami dapat mempercepat penetrasi jaringan, meningkatkan tata kelola wholesale business model dan membuka peluang kemitraan strategis yang mendukung pemerataan konektivitas digital nasional secara lebih efisien,” ujar Dian usai penandatanganan akta pemisahan.

Dian menambahkan, pendekatan yang diterapkan Telkom sejalan dengan praktik terbaik global.

Baca Juga: Sinergi BULOG dan Kemenko Pangan Hadirkan Pangan Terjangkau untuk Pengemudi Ojek Online di Tangerang

Sejumlah operator telekomunikasi dunia seperti Telstra (Australia), Telecom Italia (TIM), Telefonica (Spanyol), O2 (Inggris), dan CETIN (Czech Republic) terbukti sukses meningkatkan efisiensi, valuasi, serta peluang kemitraan strategis melalui pembentukan entitas pengelola infrastruktur jaringan secara terpisah.

Kehadiran InfraNexia juga mencerminkan komitmen Telkom dalam mendukung transformasi BUMN yang selaras dengan agenda nasional serta amanah dari Danantara dan BP BUMN untuk mempercepat pemerataan akses digital, meningkatkan penetrasi fixed broadband, dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Sejalan dengan visi tersebut, Direktur Utama InfraNexia I Ketut Budi Utama menjelaskan bahwa InfraNexia akan menyediakan layanan fiber connectivity bagi segmen wholesale dengan memastikan ketersediaan konektivitas berkualitas tinggi secara luas.

Baca Juga: Saatnya Asah Skill Akuntansi lewat Program Magenta Perum Perhutani, Simak Informasinya!

Model operasional InfraNexia dirancang untuk menghadirkan layanan wholesale yang transparan, adil, dan terbuka bagi seluruh pelaku industri.

Potensi pasar yang terus berkembang serta meningkatnya kebutuhan konektivitas digital lintas sektor membuka peluang strategis bagi InfraNexia untuk memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekosistem konektivitas nasional.

“Kehadiran InfraNexia sebagai entitas yang mengonsolidasikan infrastruktur fiber akan mendorong terciptanya ekosistem telekomunikasi yang lebih sehat, efisien, dan kompetitif.

Baca Juga: 4 Museum Unik di Tokyo, Menambah Wawasan yang Berbeda dan Belum Tentu Didapat di Tempat Lain

"Pemisahan ini membuka peluang kolaborasi yang lebih luas untuk memungkinkan lebih banyak pelaku industri merasakan manfaat langsung dari layanan yang lebih kompetitif dan efisien,” ujar Ketut.

Halaman:

Tags

Terkini