rilis-bumn

Cahaya Harapan di Tengah Gelap Bencana: Rig Pertamina Jadi Tempat Warga Aceh Tamiang Mengisi Daya dan Asa

Minggu, 21 Desember 2025 | 12:00 WIB
Di tengah gelap pascabencana Aceh Tamiang, Rig PDSI#19.1 menjadi titik harapan warga untuk listrik, komunikasi, dan bantuan kemanusiaan. (Dok. Pertamina)

“Sejak awal bencana, listrik dan sinyal mati. Padahal warga sangat membutuhkan ponsel untuk mengabarkan kondisi mereka kepada keluarga. Kami hanya berusaha membantu sebisanya,” ujar Surya.

Baca Juga: Rekomendasi Wisata Akhir Tahun di Purwokerto: Alam, Kuliner, dan Pengalaman Tak Terlupakan

Pasca banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang, Rig PDSI#19.1 sempat berada dalam kondisi shutdown sejak 26 November 2025 dan kembali beroperasi pada 16 Desember 2025.

Meski demikian, proses pengisian daya tetap dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan.

“Pengisian kami lakukan di area aman, di luar kawasan kerja rig. Hampir setiap malam ada lebih dari 100 orang yang datang,” katanya.

Baca Juga: Pegadaian Hadirkan Pinjaman Modal Kerja Emas, Simak Syarat dan Ketentuan Pengajuannya

Warga yang memanfaatkan fasilitas ini berasal dari Desa Alur Batu, Alur Cucur, Alur Manis, Landu, Tempel, dan Lumpuran.

Ada yang datang berjalan kaki, ada pula yang berboncengan sepeda motor.

Sebagian membawa anak-anak, menunggu sambil duduk di tepi area, ditemani cahaya lampu yang perlahan menyala kembali.

Baca Juga: Meriahkan Perjalanan di Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, KAI Hadirkan Livery Tematik

“Kalau malam gelap sekali. Anak-anak takut. Lampu emergency ini sangat membantu,” ujar Rahmad (45), warga Desa Alur Manis, sambil menggenggam lampu darurat yang telah terisi penuh.

Selain membuka akses listrik, Pertamina Drilling juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa makanan siap santap dua kali sehari, sembako, air bersih, serta air minum dalam kemasan bagi warga terdampak di sekitar wilayah operasi.

“Dalam kondisi seperti ini, bantuan makanan dan air sangat berarti. Setidaknya kami tidak merasa sendirian,” tutur Yuliana (41), warga Desa Landu.

Baca Juga: Cake Natal Klasik dan Tradisional dari Seluruh Dunia, Salah Satunya Paling Laris di Indonesia

Di tengah gelap dan keterbatasan, Rig PDSI#19.1 kini menjadi lebih dari sekadar fasilitas industri.

Halaman:

Tags

Terkini