rilis-bumn

Pertamina Internasional EP Lakukan Pengapalan Perdana 1 Juta Barel Minyak dari Aljazair ke Indonesia

Kamis, 25 Desember 2025 | 12:00 WIB
Pertamina Internasional EP lakukan pengapalan perdana 1 juta barel minyak dari Aljazair ke Indonesia, perkuat ketahanan energi nasional dan kemitraan strategis. (Dok. Pertamina)

“Pengapalan kargo pertama sebesar 1 juta barel ke Indonesia ini menegaskan nilai strategis perpanjangan Blok 405A untuk 25 tahun ke depan. Ini merupakan pencapaian besar setelah melalui proses negosiasi kontrak yang intens,” jelasnya.

Baca Juga: Sambut Natal 2025, Pimpinan BULOG Pantau Harga Pangan di Pasar dan Ritel Modern

Direktur Utama PAEP, Jon Erwin, menegaskan bahwa kolaborasi solid dengan Sonatrach telah memberikan fondasi hukum dan operasional yang kuat untuk mengoptimalkan potensi Blok 405A, sekaligus memberikan manfaat bagi kedua negara.

Duta Besar RI untuk Aljazair, Chalief Akbar, yang menyaksikan langsung proses lifting, menambahkan, “Kegiatan ini bukan sekadar kerja sama bisnis migas, melainkan simbol kuat hubungan bilateral Indonesia dan Aljazair."

"Pemerintah Indonesia akan terus mendukung langkah Pertamina dalam mempererat kerja sama energi di masa mendatang dan mendukung kebijakan ketahanan energi pemerintah Indonesia.”

Baca Juga: Kilas Balik Kuliner yang Viral Selama Tahun 2025, dari Media Sosial Menjadi Perburuan Nasional

Proses pengapalan ini merupakan hasil sinergi Subholding Pertamina, yang melibatkan Subholding Upstream PHE melalui PIEP dan PAEP sebagai produsen hidrokarbon di luar negeri, Subholding Shipping PT Pertamina International Shipping (PIS) sebagai pelaksana pengapalan internasional, serta Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) sebagai pembeli dan operator kilang di dalam negeri.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan ini, PIEP berkomitmen untuk terus mengoptimalkan potensi Blok 405A demi mendukung ketahanan energi nasional dan memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan Aljazair. ***

Halaman:

Tags

Terkini