"Selain itu, banyak juga warga yang mengalami batuk dan pilek karena debu dari lumpur yang mengering serta asap pembakaran sampah,” ujar Akib.
Baca Juga: KAI Bandara Rayakan Natal di Stasiun, Suguhkan Pengalaman Perjalanan yang Lebih Berkesan
Ia menambahkan bahwa edukasi kesehatan menjadi bagian penting dari pelayanan agar masyarakat memahami cara menjaga kebersihan diri dan lingkungan guna mencegah penyakit berulang.
Bagi warga setempat, kehadiran layanan kesehatan keliling ini menjadi harapan di tengah situasi sulit.
Siti Aminah, warga Dusun Tanjung Bukit Tempurung, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelayanan medis langsung di posko pengungsian.
Baca Juga: Pertamina Lengkapi Layanan Informasi dengan Ruang Baca untuk Publik
“Setelah banjir, kami susah berobat karena puskesmas belum buka normal. Alhamdulillah ada dokter dan obat-obatan dari Pertamina Drilling. Anak saya gatal-gatal, sekarang sudah ditangani,” ujar Siti.
Warga lainnya pun menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian yang diberikan.
Menurut mereka, layanan kesehatan keliling ini sangat membantu, terutama bagi lansia dan anak-anak yang rentan terserang penyakit pascabanjir.
Baca Juga: Pesona Grojogan Sewu, Wisata Alam Sejuk di Lereng Gunung Lawu yang Ramah Keluarga
Melalui program tersebut, Pertamina Drilling berharap dapat meringankan beban masyarakat Aceh Tamiang sekaligus mencegah terjadinya peningkatan kasus penyakit pascabanjir.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk hadir dan berkontribusi langsung dalam penanganan bencana serta pemulihan kesehatan masyarakat.***