ASDP juga aktif berkontribusi dalam mitigasi risiko cuaca ekstrem. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya kewaspadaan jangka panjang terhadap potensi hidrometeorologi.
Baca Juga: Libur Nataru, Elnusa Tetap Siaga Jaga Keberlanjutan Produksi Migas Nasional
“Berdasarkan data BMKG Juanda, intensitas hujan diperkirakan meningkat hingga tiga kali lipat pada Januari. Karena itu, koordinasi seperti ini sangat penting untuk memastikan kesiapsiagaan bersama,” ungkapnya.
Sebagai langkah antisipatif, ASDP menerapkan delaying system dengan menyiapkan buffer zone di sejumlah titik strategis, yakni kawasan Grand Watudodol dan Terminal Sritanjung di Pelabuhan Ketapang, serta wilayah Cekik dan Terminal Bus di Pelabuhan Gilimanuk, guna menjaga kelancaran arus kendaraan menuju pelabuhan.
Sementara itu, data Posko Ketapang mencatat bahwa pada H+3 Nataru (periode 28 Desember pukul 00.00–23.59 WIB) terdapat 219 trip penyeberangan dari Jawa menuju Bali.
Baca Juga: Sasar Generasi Muda, PHE Tanamkan Literasi Lingkungan dan EBT untuk Gen-A dan Gen-Z
Jumlah penumpang tercatat 28.489 orang atau naik 2,4 persen dibandingkan tahun lalu.
Total kendaraan yang menyeberang mencapai 7.533 unit atau meningkat 14,2 persen, terdiri dari 2.167 sepeda motor, 3.094 kendaraan roda empat, 1.945 truk, dan 327 bus.
Secara kumulatif sejak H-10 hingga H+3, total penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Ketapang mencapai 322.084 orang, dengan total kendaraan 89.328 unit.
Baca Juga: Ragam Tempat Wisata di Pacitan untuk Liburan Akhir Tahun
Melalui kesiapan armada, infrastruktur, dan sinergi lintas sektor, ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan penyeberangan yang andal, aman, dan nyaman, sehingga masyarakat dapat menikmati perjalanan Nataru dengan pengalaman yang optimal.***