“Sebagai pelabuhan internasional baru di Kalimantan Barat, Terminal Kijing diposisikan menjadi motor penggerak ekspor-impor kawasan sekaligus katalisator pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga: Ingin Magang di Kantor Pusat BUMN? Posisi Kesekretariatan PTPN I Masih Dibuka
"Ke depan, pelabuhan ini disiapkan untuk mendukung program hilirisasi yang tengah digencarkan pemerintah serta melayani berbagai macam kargo, baik nonpetikemas maupun petikemas guna memperkuat rantai pasok, khususnya di wilayah barat Indonesia,” kata Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PTP Nonpetikemas, Dwi Rahmad Toto S.
Kinerja Terminal Kijing Terus Meningkat
Kinerja operasional Terminal Kijing menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten.
Baca Juga: GoZero% Goes to Yogyakarta, Telkom Tanam 500 Pohon Perkuat Ekosistem Bukit Klangon
Throughput meningkat dari 1,95 juta ton pada 2023 menjadi 2,75 juta ton pada 2024, dengan proyeksi menembus 4 juta ton pada 2025.
“Hingga November 2025, total throughput mencapai 3,59 juta ton, didominasi curah kering sebesar 2,03 juta ton.
"Beberapa komoditas yang ditangani merupakan barang milik Mining Industry Indonesia (MIND ID) Group, khususnya PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), dalam mendukung pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Baca Juga: PHE Jambi Merang Resmi Lepas PI 10% WK Jambi Merang ke PT Sumsel Energi Merang
"Kami melihat pertumbuhan volume kargo di Terminal Kijing sebagai sinyal positif dari meningkatnya kepercayaan pengguna jasa,” ujar Toto.
Komoditas yang ditangani meliputi bauksit, batu bara, dan aluminium hidroksida sebagai muatan curah kering; caustic soda liquid sebagai muatan curah cair; serta aluminium hidroksida yang juga ditangani sebagai general cargo.
Hingga November 2025, PTP Nonpetikemas Cabang Pontianak mencatat pertumbuhan kinerja pengoperasian Terminal Kijing untuk komoditas curah kering sebesar 342 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Beli Tiket Kereta Api Lewat Access by KAI Diskon 25%, Promo Berlaku Sampai 31 Desember 2025
Rata-rata throughput mencapai 3.620 ton per ship per day (T/S/D), melonjak signifikan dari 879 T/S/D pada periode hingga November 2024.
“Dari sisi operasional, kami terus berupaya menjaga kelancaran layanan dengan mengoptimalkan proses bongkar muat, penataan alur logistik, dan pengelolaan waktu sandar kapal secara efisien,” tambah Branch Manager PTP Cabang Pontianak, Suwanda.