Kabar BUMN - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN, Subholding Gas Pertamina, telah sukses menjaga kinerja transmisi dan distribusi gas bumi sepanjang tahun 2022.
Kinerja operasional PGN bahkan berhasil melampaui target volume lifting segmen migas di Blok Pangkah dan Fasken, didukung kenaikan ICP sehingga berkontribusi signifikan pada kinerja keuangan.
Rencana strategis ke depannya, dijelaskan Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama, PGN akan menciptakan nilai tambah berkelanjutan dan meningkatkan utilisasi gas sebagai energi transisi menuju net zero emission.
Baca Juga: Pasokan Avtur di Bandara Kertajati Aman, Pertamina Komit Dukung Kelancaran Ibadah Haji 2023
Rencana itu akan diimplementasikan antara lain melalui peningkatan lifting migas, dukungan alih kelola Blok Rokan melalui pembangunan pipa minyak Rokan.
Kemudian gasifikasi kilang-kilang Pertamina untuk mendukung efisiensi kilang (di antaranya Senipah – Balikpapan yang targetnya akan mulai beroperasi pada Triwulan 3, 2023), pengembangan LNG dan CNG retail di wilayah yang belum memiliki jaringan pipa gas, serta Jargas Rumah Tangga untuk mengurangi impor LPG.
Selain itu, PGN berupaya untuk perluasan wilayah bisnis ke skala internasional melalui kegiatan LNG Trading.
Baca Juga: Bangga, Pertamina Sabet Penghargaan di B-Universe CSR Award 2023
Untuk mendukung pengoperasian Blok Rokan pasca alih kelola, PGN melalui anak perusahaannya yaitu Pertagas telah membangun jaringan pipa transmisi minyak sepanjang
367 km dari Minas-Duri-Dumai dan Koridor Balam-Bangko-Dumai (WK Rokan PSC). Pengaliran minyak bumi telah dialirkan pada Triwulan 4, 2022.
Rachmat melanjutkan, “Pada proyek jargas, PGN terus menjalankan pengembangan. PGN telah menyusun road map pembangunan jargas yang dapat membantu mengurangi subsidi dan Import LPG sampai dengan 57,5 juta tabung LPG di tahun 2026.”
Baca Juga: Indofarma dan Rama Jalin Kerja Sama Toll Manufacturing
Dalam upaya pemanfaatan infrastruktur gas bumi beyond pipeline, saat ini terdapat 73 SPBG dan MRU yang tersebar di Pulau Sumatra, Pulau Jawa, dan Pulau Kalimantan milik Pertamina Group yang akan dikelola Subholding Gas.
SPBG dan MRU ini melayani pelanggan sektor industri, komersial, rumah tangga, dan transportasi yang lokasinya jauh dari jaringan pipa gas.