Di kelompok produksi, setiap peserta ditantang menciptakan satu bentuk merchandise berbahan limbah kayu yang kemudian dinilai bersama.
Sementara itu, kelompok pemasaran mendalami pemetaan target pasar, keunggulan produk, serta strategi pemasaran, termasuk peluang pemasaran daring, agar produk KUB Mancing Bahagia dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Head of Communication Relations & CID PHE OSES, Indra Darmawan, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam mendorong kemandirian masyarakat pesisir.
“Kami melihat potensi besar dari kreativitas teman-teman KUB Mancing Bahagia. Melalui pelatihan ini, PHE OSES ingin mendorong agar potensi tersebut tidak berhenti pada produk yang unik saja, tetapi juga memiliki tata kelola usaha dan pemasaran yang baik, sehingga dapat menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan,” ujar Indra.
Baca Juga: Promo Awal Tahun dari DAMRI, Diskon Hingga Rp20 Ribu untuk Perjalanan AKAP
Sementara itu, Leonie dari Somah Wooden Craft menilai produk yang dihasilkan peserta memiliki dasar yang kuat.
“Produk dari teman-teman KUB sebenarnya sudah bagus dan memiliki karakter. Tantangannya lebih pada keterampilan finishing agar kualitasnya semakin rapi dan konsisten. Harapannya, setelah pelatihan ini, keterampilan tersebut bisa terus dikembangkan. Terima kasih kepada PHE OSES yang telah memfasilitasi kegiatan ini,” kata Leonie.
Melalui pelatihan ini, PHE OSES berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Baca Juga: Bukti Komitmen Taat Pajak, PT Dahana Terima Penghargaan di Gebyar PKB 2025
Pemanfaatan limbah kayu diharapkan tak hanya menjadi solusi ramah lingkungan, tetapi juga membuka jalan baru bagi masyarakat pesisir Pulau Kelapa Dua untuk memperkuat ekonomi keluarga secara mandiri dan berkelanjutan.***