“Selama periode Satgas Nataru 2025/2026, Pertamina memastikan ketersediaan energi nasional dalam kondisi aman.
Baca Juga: Peralatan Travel Canggih yang Wajib Dimiliki Traveler di Tahun 2026
"Kami menyiagakan seluruh infrastruktur energi dan personel operasional untuk menjamin pasokan BBM, LPG, dan Avtur dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang meningkat selama libur Natal dan Tahun Baru,” ujar Baron.
Menjelang penutupan tahun 2025, Baron menambahkan bahwa Pertamina terus menjaga agar pasokan energi nasional tetap terpelihara, dengan distribusi yang lancar dan aman hingga masa Satgas berakhir pada 11 Januari 2026.
Memasuki awal 2026, aktivitas masyarakat diperkirakan masih tinggi karena masih berlangsungnya libur sekolah serta penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA).
Baca Juga: Ingin Pengalaman Profesional di BUMN Perfilman? Ini Magang Sekretaris Perusahaan PFN
Untuk itu, Pertamina memastikan ketersediaan BBM dan LPG berada pada level aman, dengan ketahanan stok berkisar lebih dari 12 hingga 34 hari, disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan jenis produk.
Baron juga menegaskan bahwa pada pelaksanaan Satgas Nataru kali ini, Pertamina memberikan perhatian khusus kepada wilayah terdampak bencana di sejumlah daerah di Sumatra.
“Di wilayah yang terdampak bencana, Pertamina tetap mengupayakan distribusi BBM dan LPG agar terus mengalir secara bertahap.
"Langkah ini dilakukan untuk mendukung pemulihan aktivitas masyarakat dan memastikan layanan energi tetap tersedia.
"Kami tetap berkomitmen untuk melayani masyarakat sepenuh hati,” jelasnya.
Satgas Nataru Pertamina telah dilaksanakan sejak 13 November 2025 dan akan berlangsung hingga 11 Januari 2026.
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Pertamina dalam menjaga keandalan pasokan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama periode libur Natal dan Tahun Baru.***