"Karena itu, kualitas dan keberlanjutan tetap menjadi perhatian utama,” tambahnya.
Baca Juga: Konsumsi Energi Naik Selama Nataru, Pertamina Pastikan Pasokan Nasional Tetap Aman
Pembangunan Huntara dilakukan sesuai standar kelayakan hunian darurat, tidak hanya dari sisi konstruksi bangunan, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar seperti listrik.
Pemerintah melalui Danantara Indonesia menempatkan ketersediaan listrik sebagai prioritas, selain akses air bersih, sanitasi yang memadai, serta dukungan layanan kesehatan di lokasi hunian.
Sejalan dengan itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan kesiapan PLN dalam mendukung penuh pembangunan Huntara melalui penyediaan listrik yang aman dan andal di seluruh unit hunian.
Baca Juga: Lelah yang Terbayarkan, Ini Tempat Joging di Bali dengan Pemandangan Indah dan Udara Segar
"PLN siap melaksanakan arahan Pemerintah melalui Danantara Indonesia untuk memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan Huntara.
"Setiap unit hunian yang telah selesai dibangun, kami pastikan listriknya juga sudah tersedia dan dapat langsung menyala, sehingga masyarakat bisa segera menempati tempat tinggalnya dengan aman dan nyaman,” kata Darmawan.
Saat ini, PLN telah menyiapkan infrastruktur kelistrikan di kawasan Huntara Aceh Tamiang, mulai dari pembangunan trafo, jaringan listrik, hingga pemasangan kWh meter di seluruh hunian yang telah berdiri.
Baca Juga: Management Walkthrough Direksi Pertamina Drilling Pastikan Keamanan Rig Saat Pergantian Tahun
Jaringan listrik tersebut telah tersambung sepenuhnya dan dinilai mencukupi untuk melayani kebutuhan hunian maupun fasilitas umum.
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria bersama Darmawan turun langsung meninjau progres pembangunan Huntara Aceh Tamiang beserta infrastruktur kelistrikannya.
Darmawan menegaskan bahwa kehadiran listrik yang andal merupakan kebutuhan dasar yang mutlak tersedia untuk menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.
Baca Juga: Peralatan Travel Canggih yang Wajib Dimiliki Traveler di Tahun 2026
“Kami memahami bahwa saudara-saudara kita yang terdampak banjir bandang dan longsor telah kehilangan banyak hal, bukan hanya rumah, namun juga rasa aman dan kenyamanan.