Kabar BUMN - Telkom Akses menegaskan komitmen terhadap keselamatan kerja para teknisinya yang menelusuri manhole, chamber, dan kanal sempit untuk memperkuat jaringan serat optik di Indonesia.
Aktivitas di ruang terbatas menjadi tantangan tersendiri karena risiko tinggi dan memerlukan kepatuhan prosedur secara ketat.
Perusahaan terus memastikan teknisi bekerja dengan aman sekaligus mendukung transformasi digital nasional.
Baca Juga: Panen Jagung dan Inovasi Urban Farming: Pindad Dukung Kelompok Maung Pantes
Fondasi Keselamatan dan SOP Ruang Terbatas
Sejak 13 Oktober 2021, Telkom Akses memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) Bekerja di Ruang Terbatas, yang disusun sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta panduan Direktorat Pengawasan Norma K3.
SOP ini mencakup identifikasi bahaya, pengukuran kadar oksigen, penggunaan alat pelindung diri (APD), hingga prosedur penyelamatan darurat.
Baca Juga: Bukan Sekadar Museum, Begini Serunya Menjelajah Museum Nasional Indonesia
Setiap aktivitas harus melalui permit to work yang disetujui petugas berkompeten dan diawasi langsung oleh fungsi Health, Safety, and Environment (HSE).
Telkom Akses memahami bahwa ruang terbatas adalah area berisiko tinggi—di mana kelalaian sekecil apapun dapat berdampak fatal.
Pelatihan dan Sertifikasi K3 untuk Teknisi
Baca Juga: Dukungan Pertamina Bantu RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Pulihkan Layanan Medis
Telkom Akses secara rutin menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi K3. Pada 18–22 Agustus 2025, perusahaan menggelar Sertifikasi Keselamatan Ruang Kerja Terkait Ruang Terbatas (confined space) yang diikuti teknisi dari seluruh regional.
Kegiatan ini bertujuan membentuk tenaga kerja bersertifikat dengan pemahaman teknis dan mentalitas sadar risiko.
Selama pelatihan, peserta tidak hanya diuji kemampuan teknis, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai safety culture seperti kewaspadaan, kepedulian terhadap rekan kerja, dan tanggung jawab terhadap lingkungan kerja. Melalui sertifikasi ini, Telkom Akses memastikan setiap teknisi mampu berpikir “aman sebelum bertindak.”
Baca Juga: WEGE Perkuat Peran di Sektor Konstruksi Gedung Berbasis Inovasi dan Keberlanjutan