“Kesan wisatawan tidak terbentuk hanya di tempat wisata, tapi sejak mereka mendarat hingga kembali pulang."
"Karena itu, SDM yang terlatih menjadi simpul penting dalam menjamin pengalaman yang utuh dan berkesan. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa kualitas pelayanan di destinasi selaras dengan standar layanan transportasi dan bandara.”
Baca Juga: Tawarkan Produk yang Berbeda, Ini Rekomendasi Bakeri yang Wajib Dikunjungi di Seoul
Respons positif juga datang dari para peserta pelatihan. Salah satunya, Fransiskus Suhardi, pemandu wisata dari Cunca Wulang, menyampaikan pengalamannya, “Kami belajar bukan hanya soal keramahan, tapi juga tentang memahami kebutuhan wisatawan dan mengenali potensi daerah sendiri.
"Pelatihan ini membuka wawasan dan membangun rasa percaya diri untuk tampil sebagai tuan rumah yang lebih siap.”
Melalui InJourney Hospitality House, Sarinah, InJourney Hospitality, dan IAS menegaskan komitmen membangun fondasi pariwisata unggul melalui peningkatan kualitas SDM di tingkat lokal.
Baca Juga: Bantuan Telkom Terus Mengalir, Pemulihan Sarana Umum Aceh Diperkuat
Cunca Wulang menjadi contoh bahwa destinasi dengan potensi besar dapat berkembang lebih optimal ketika didukung masyarakat yang siap, terlatih, dan percaya diri.
Ke depan, program ini direncanakan terus diperluas ke berbagai wilayah strategis.
Langkah tersebut diharapkan membuka lebih banyak peluang pelatihan, memperkuat jejaring pelaku pariwisata, serta menghadirkan pengalaman wisata Indonesia yang tidak hanya menarik, tetapi juga hangat, berkesan, dan berkelas dunia. ***