Kabar BUMN - Sejak direklamasi, lahan pascatambang seluas 30,14 hektare milik PT Semen Baturaja Tbk, anak usaha SIG, di Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatra Selatan, kini telah menjadi rumah bagi koloni lebah trigona.
Lebah trigona itu sendiri telah dibudidayakan sejak Juli 2021 lalu.
Lebah jenis ini termasuk salah satu genus lebah tanpa sengat yang menghasilkan madu terbaik.
Itu karena madu yang dihasilkan lebah trigona memiliki tingkat kandungan bee pollen paling tinggi.
Madu trigona berwarna agak gelap dan tidak bening, serta memiliki rasa yang unik dari perpaduan manis, asam, dan pahit.
Selain dikenal sebagai penghasil madu terbaik, lebah trigona juga merupakan produsen propolis terbaik di dunia.
Baca Juga: Semen Gresik Sabet Penghargaan Good Mining Practice 2023 dari ESDM Jawa Tengah
Budidaya lebah trigona terbilang cukup mudah, sehingga banyak dipelihara secara tradisional oleh masyarakat pedesaan sekitar kawasan hutan.
Program reklamasi dan revegetasi dengan menggunakan metode silvikultur yang telah dijalankan oleh Semen Baturaja, terbukti telah berhasil mengubah lahan pascatambang menjadi lahan asri yang ditumbuhi beragam jenis tanaman, khususnya tanaman hias berbunga yang sangat disukai oleh koloni lebah.
Saat ini, sedikitnya terdapat 30 jenis tanaman dengan total sebanyak 11.344 pohon yang telah ditanam di lahan tersebut.
Baca Juga: PT Semen Padang dan Kementerian KKP Berkolaborasi Atasi Sampah Laut Melalui Program Nabuang Sarok
Beberapa tanaman yang ditanam diantaranya kaliandra, cemara, flamboyan, durian, mangga, kelengkeng, rukam, nangka, trembesi, mahoni, dan matoa.