rilis-bumn

Upaya Menyeluruh PHR Meramu Bahan Kimia Surfaktan untuk Rokan

Senin, 12 Januari 2026 | 20:30 WIB
Hampir dua tahun, tim peneliti laboratorium PHR berjibaku dengan ratusan sampel bahan kimia untuk menemukan formulasi yang benar-benar mampu bekerja optimal di karakter reservoir Lapangan Rokan. (DOK. PHR)

Kabar BUMN - Setelah Pertamina melalui anak usahanya, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), mengambil alih pengelolaan Wilayah Kerja Rokan, upaya pengembangan Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) atau injeksi bahan kimia semakin digencarkan.

CEOR merupakan teknologi perolehan minyak tingkat lanjut (tertiary recovery) yang penerapannya guna mempertahankan tingkat produksi.

Pertamina mengerahkan perwira-perwira terbaiknya melalui sinergi antara tim di WK Rokan, Technology Innovation and Implementation (TI&I) Persero, serta dukungan anak perusahaan terkait untuk menemukan formulasi CEOR yang optimal dan memproduksinya di dalam negeri.

Baca Juga: Menilik Fasilitas RFCC Complex di RDMP Balikpapan, Lompatan Kilang Pertamina Menuju Standar Dunia dan Energi Bersih

Proses pengembangan surfaktan ini bukanlah perjalanan singkat. Dibutuhkan waktu panjang, ketekunan, dan ketelitian tinggi hingga formulasi hasil riset Pertamina benar-benar siap diterapkan di lapangan.

Selama hampir dua tahun, tim peneliti laboratorium Pertamina menguji ratusan sampel bahan kimia untuk menemukan formulasi yang mampu bekerja optimal sesuai karakter reservoir di Wilayah Kerja Rokan.

Setelah melalui uji coba lapangan pada Juli 2025 melalui Proyek Surfactant Extended Stimulation (SES) di Lapangan Balam South, Kabupaten Rokan Hilir, Selasa, 23 Desember 2025 menjadi tonggak penting bagi PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Margin Fee BULOG 7 Persen, Perkuat Peran Strategis Pangan Nasional

Pada hari tersebut, proyek Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) resmi diluncurkan di Lapangan Minas Area A, Zona Rokan.

Peresmian yang berlangsung di Rumbai ini menegaskan komitmen PHR dalam mengoptimalkan produksi migas guna mendukung ketahanan energi nasional.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menegaskan, keberlanjutan produksi Lapangan Minas hanya dapat dijaga melalui inovasi dan penerapan teknologi yang tepat.

Baca Juga: Mandiri Micro Fest 2025 Dorong UMKM Naik Kelas, Transaksi Digital Meroket 45%

“Oleh karena itu, kita bersyukur hari ini dapat meresmikan penerapan Chemical EOR Tahap I di Area A Lapangan Minas,” ujar Djoko.

Senada, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza menilai keberhasilan CEOR, khususnya pada lapangan mature, membuktikan bahwa inovasi teknologi mampu memperpanjang umur lapangan, meningkatkan recovery factor, serta memperkuat ketahanan energi nasional.

"Yang patut kita banggakan bersama, surfaktan sebagai komponen utama dalam teknologi CEOR ini merupakan hasil inovasi perwira Pertamina," ungkap Oki.

Baca Juga: PELNI Resmi Akhiri Diskon Stimulus Ekonomi Nataru 2025/2026, Tiket Terserap 99 Persen

Efektivitasnya telah melalui serangkaian pengujian baik di laboratorium maupun di lapangan, sehingga memastikan keandalan dan kesiapan teknologi ini untuk diterapkan secara komersial

Surfaktan utama yang digunakan diformulasikan secara khusus agar dapat bekerja optimal di lapangan-lapangan Pertamina.

Proses pengembangannya melibatkan sinergi dengan sejumlah anak usaha, antara lain PT Pertamina Lubricants (PTPL) dan Elnusa Petrofin, mulai dari pengadaan bahan baku, proses blending, quality assurance/quality control (QA/QC), hingga distribusi ke lokasi proyek.

Halaman:

Tags

Terkini