Ratusan Sampel, Percobaan, dan Tekanan Waktu
Manager EOR Petroleum Engineering PHR Regional 1 – Sumatra Agus Masduki menjelaskaan, berbagai upaya dilakukan.
Selain riset internal, PHR juga mendapat dukungan dari banyak pihak, termasuk pihak ketiga penyedia teknologi, akademisi, dan para expert baik dari dalam maupun luar negeri.
Salah satu tantangan terbesar adalah menemukan kombinasi surfaktan yang memberikan hasil paling optimal dengan biaya yang terjangkau, sehingga diperlukan percobaan ratusan formula untuk memenuhi kriteria teknis secara spesifik.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Landa Jakarta, AirNav Indonesia Alihkan dan Batalkan Sejumlah Pendaratan di Soekarno-Hatta
Proses pencarian berlangsung hampir dua tahun, melibatkan lebih dari 80 kali percobaan laboratorium. Dari puluhan formula yang diuji, hanya sebagian kecil yang menunjukkan performa mendekati kriteria teknis yang ditetapkan.
Senior Analyst Laboratory PHR, Ester Tio Minar E. Silalahi, dengan pengalaman panjang di bidang formulasi surfaktan, memimpin pengujian dan analisis laboratorium secara intensif didukung tim berjumlah 9 orang.
Menurutnya, tidak semua surfaktan dapat bekerja stabil pada kondisi kimia dan karakter reservoir. Oleh karena itu, tim melakukan pendekatan ilmiah mendetail—mulai dari membaca literatur, diskusi rutin, hingga pengujian berulang dengan berbagai kombinasi bahan.
Baca Juga: Kapal CB Jawara 2601 Resmi Beroperasi, Perkuat Keandalan Armada Lepas Pantai PHE OSES
Selain mengembangkan formula secara internal yang melibatkan tim laboratorium, EOR, dan fungsi-fungsi sinergis di tingkat Pertamina (Persero), tim juga bergerilya mencari manufaktur bahan kimia —termasuk produsen yang belum pernah memiliki riwayat kerja sama sebelumnya.
Melalui ketekunan, kolaborasi, dan pendekatan ilmiah yang konsisten, tim laboratorium PHR membuktikan bahwa inovasi di sektor hulu migas bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang daya juang manusia di baliknya.***