Oleh karena itu, PT INTI mencoba memanfaatkan eknologi dalam menciptakan solusi yang akan memenuhi kebutuhan pasar melalui inisiatif digital untuk mendorong pembangunan sosial ekonomi ‘akar rumput’ yang inklusif.
Salah satunya adalah melalui ayanan digital berbasis komunitas dan syariah untuk sektor Koperasi, Lembaga Pembiayaan Mikro (LKM), serta Baitul Maal wat Tamwil (BMT) dengan menargetkan 30 juta penduduk pada Fase 1.
Kerjasama ini diharapkan mampu mengeksplorasi potensi kerja sama lain, mengingat PT INTI memiliki kapabilitas dalam bidang produksi perangkat telekomunikasi, elektronika, informatika, produk lain yang berkaitan dengan perangkat tersebut, transportasi, internet of things, serta bentuk kerja sama lain yang disepakati oleh kedua belah pihak
"Semoga, sinergi ini akan berkelanjutan dan memberikan efek domino pada pertumbuhan bisnis kedua belah pihak," tutup Delvia.
"Melalui platform digital ini, kami menargetkan bahwa 40% unbanked population di Indonesia dapat terjangkau, yang eventually rolling out to all citizens and visitors," tutur Delvia.