Vice President Exploration PHR Regional 1, Suprayitno Adhi Nugroho, menyampaikan bahwa temuan ini memberikan sinyal positif bagi pengembangan lanjutan di Central Sumatra Basin.
Baca Juga: 5 Poin yang Wajib Diperhatikan Saat Memilih Sunscreen Khusus untuk Wisata
“Sumur MTH-001 telah mengonfirmasi keberadaan hidrokarbon pada Formasi Menggala dan Formasi Pematang URB.
"Meskipun laju produksi awal masih tergolong rendah, discovery ini membuka peluang pengembangan lebih lanjut melalui intervensi sumur serta evaluasi interval lain yang belum diuji,” ujarnya.
Saat ini, PHR masih melakukan kajian menyeluruh terhadap potensi sumber daya dan cadangan, sekaligus menyiapkan skema pengembangan yang paling optimal.
Baca Juga: PT MUM Buka Lowongan Kerja Office Boy di Jakarta Selatan, Pendidikan Minimal SMA Sederajat
Estimasi besaran sumber daya dan cadangan dilakukan dengan mengintegrasikan seluruh data bawah permukaan serta hasil uji produksi.
“Tim eksplorasi dan pengembangan sedang menyiapkan skenario Produksi Awal (POPE) agar discovery ini dapat segera dimonetisasi secara optimal,” jelasnya.
Dari sisi geografis, posisi Sumur MTH-001 dinilai strategis karena berjarak sekitar 3 km dari Lapangan Oki, 4 km dari Lapangan Kokoh, dan 6 km dari Gathering Station (GS) Libo.
Baca Juga: Nikmati Diskon Tiket DAMRI 25 Persen di Momen Long Weekend Isra Mikraj, Syarat dan Ketentuan Berlaku
Kedekatan ini membuka peluang sinergi dengan fasilitas eksisting serta meningkatkan efisiensi pengembangan lapangan.
Keberhasilan discovery Sumur MTH-001 semakin menegaskan komitmen PHR dalam menjalankan eksplorasi berkelanjutan di Central Sumatra Basin, sekaligus memperkuat posisi Blok Rokan sebagai tulang punggung produksi migas nasional.
Ke depan, PHR akan terus melaksanakan kegiatan eksplorasi dan pengembangan migas secara prudent, berbasis data, serta mengedepankan aspek keselamatan dan keberlanjutan demi mendukung target produksi nasional dan ketahanan energi Indonesia.***