"Pinjaman Modal Kerja melalui skema Dana PUMK dari Pertamina yang disalurkan melalui sinergi dengan BRI itu lebih murah [bunganya] dibandingkan KUR perbankan biasa," tukas Astuti.
Mitra Binaan UMK Pertamina lainnya, Hendra Agustira selaku pemilik Ocien Snack, juga mengungkapkan dampak positif setelah mengikuti Pertamina SMEXPO.
Usahanya mengalami kenaikan penjualan dan mulai melayani permintaan pasar Eropa, setelah sebelumnya berhasil masuk ke Jepang dan Australia.
“Ada peningkatan penjualan 25-30%. Setelah acara Pertamina SMEXPO, kami mendapatkan lebih banyak reseller yang kontinu memesan sampai saat ini," ungkap Hendra.
Dari sektor olahan pangan lainnya, Ngudiono sebagai pemilik NanasQu mencatat peningkatan penjualan hingga 20 persen.
Pencapaian ini didorong oleh terbentuknya jejaring bisnis baru selama mengikuti pameran SMEXPO, ditambah strategi pemasaran digital dan promosi terintegrasi yang difasilitasi Pertamina, sehingga produk olahan nanas asal Jawa Tengah tersebut berhasil menembus pasar Dubai dan Belanda.
Selain itu, pemasaran digital juga menunjukkan hasil positif berkat dukungan promosi selama pameran. Peringkat penjualan NanasQu terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pengikut di media sosial produk tersebut.
"Oleh Pertamina, kami selalu didorong untuk Go Global, Go Export dan Go Online," tutur Ngudiono.
Berbagai kisah sukses UMKM binaan ini semakin memperkuat komitmen Pertamina dalam menjalankan program pembinaan UMK yang menyeluruh dan inovatif, salah satunya melalui Pertamina SMEXPO.
Baca Juga: Transformasi Sunyi dari Sei Pagar, Jejak Modernisasi PalmCo yang Menarik Perhatian Danantara
Langkah ini juga sejalan dengan visi Asta Cita Pemerintah Indonesia, khususnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan dari desa, penciptaan lapangan kerja, penguatan kewirausahaan, serta pengembangan ekonomi kreatif. ***