Perangkat ini didukung oleh STRYDE Nimble System dan STRYDE Mini System.
Kombinasi dual-platform tersebut menghadirkan fleksibilitas tinggi dalam perancangan dan pelaksanaan survei, memungkinkan pengerjaan proyek secara simultan, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya untuk survei seismik 2D maupun 3D.
Teknologi seismik nodal ini dirancang untuk menjawab tantangan khas wilayah Indonesia Timur, yang memiliki keragaman struktur geologi, kondisi medan yang menantang, serta keterbatasan akses di sejumlah wilayah kerja.
Sistem berskala besar dimanfaatkan untuk survei seismik 3D pada area luas, sementara sistem portabel digunakan untuk survei 2D, pengujian parameter, dan survei awal di wilayah dengan tingkat kompleksitas tinggi.
Baca Juga: AirNav Indonesia Resmi Tingkatkan Layanan Navigasi di Bandara Lede Kalumbang Jadi Tower
Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, Elnusa menargetkan peningkatan kualitas data seismik berdensitas tinggi, percepatan waktu akuisisi, serta efisiensi biaya operasional.
Akselerasi dari tahap akuisisi hingga interpretasi data diharapkan mampu mendorong pengambilan keputusan eksplorasi yang lebih cepat, akurat, dan bernilai tambah bagi para pemangku kepentingan.
Dengan penguatan kapabilitas seismik sejak awal 2026, Elnusa semakin menegaskan perannya sebagai mitra strategis industri energi nasional yang mengedepankan keandalan operasional, keselamatan kerja, dan penguasaan teknologi.
Baca Juga: Jakarta–Malang Makin Nyaman, DAMRI Royal Hadirkan Kursi Lega dan Interior Eksklusif
Langkah ini menjadi wujud kontribusi nyata Elnusa dalam mendukung keberlanjutan eksplorasi migas nasional, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur.
Ke depan, Elnusa akan terus menempatkan teknologi dan inovasi sebagai inti pengembangan bisnis jasa energi terintegrasi guna menghadirkan solusi yang kompetitif, adaptif, dan berorientasi jangka panjang dalam mendukung ketahanan energi Indonesia.***