Kabar BUMN – Azizi, siswa kelas VI SDN 06 Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, tak mampu menyembunyikan rasa gembiranya saat menerima seragam dan perlengkapan sekolah yang baru.
Bantuan tersebut menjadi penyemangat besar baginya untuk kembali belajar dengan nyaman, setelah perlengkapan lamanya rusak dan tidak dapat digunakan akibat banjir bandang yang melanda wilayahnya pada November 2025 lalu.
“Saya sudah masuk sekolah pada tanggal 5 Januari. Seragam ini mau dipakai besok, karena saya bercita-cita jadi TNI biar bisa melindungi negara,” ucap Azizi bangga.
Baca Juga: Kalau Danau Toba Terlalu Jauh, Situ Gunung Sukabumi Siap Jadi Alternatif Wisata Danau yang Tenang
Tak hanya Azizi, raut wajah gembira juga ditunjukkan Arzeti Anjani dan Aprilio, siswa-siswi kelas 6 SD Negeri No 49 Batang Kabung, Kota Padang, Sumatra Barat.
Arzeti dan Aprilio juga menjadi siswa-siswi yang menerima paket seragam dan peralatan sekolah.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih untuk pemberian bantuan berupa sepatu dan seragam sekolah. Itu sangat berguna bagi saya,” ucap Arzeti bersemangat.
Baca Juga: Pertamina EP Cepu Menang Employee Engagement of the Year Berkat Program NAWASHAKTI
Azizi, Arzeti dan Aprilio, menjadi cerminan dari ribuan anak-anak penyintas bencana di wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat dan Aceh yang juga secara bertahap akan menerima perlengkapan serta seragam sekolah baru.
Dukungan ini berasal dari Program Seribu Seragam Sekolah Anak bersama Pertamina (SESAMA), aksi tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) PT Pertamina (Persero) untuk menguatkan semangat belajar anak-anak di wilayah tersebut.
VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menjelaskan, Program SESAMA merupakan bentuk komitmen Pertamina mendorong pendidikan yang berkelanjutan dan perkembangan sumber daya manusia serta masa depan generasi muda Indonesia.
Baca Juga: DAMRI Mempermudah Akses Menjelajahi Pesona Negeri Laskar Pelangi
“Pertamina meyakini bahwa pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa. Melalui Program SESAMA, kami ingin memastikan anak-anak penyintas bencana tetap dapat melanjutkan proses belajar dengan semangat dan rasa percaya diri.
"Bantuan ini menjadi simbol harapan dan dukungan moral agar mereka bangkit dan terus meraih cita-cita,” tandas Baron.