rilis-bumn

Dari Kebun untuk Keluarga, Pemanen Berprestasi PTPN IV Regional III Riau Tunjukkan Dedikasi

Rabu, 28 Januari 2026 | 18:00 WIB
Kisah pemanen berprestasi PTPN IV Regional III Riau yang meraih pendapatan hingga Rp18 juta per bulan dengan motivasi keluarga dan apresiasi manajemen. (Dok. PTPN)

Ia menilai pertemuan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata perhatian dan apresiasi atas kerja keras mereka.

Baca Juga: Wisata ke Pulau Ketam, Malaysia, Surganya Boga Bahari Segar, Hanya Satu Jam dari Kuala Lumpur

“Terima kasih kepada pimpinan PTPN IV Regional III yang telah mengundang kami. Saya sangat terharu. Ini pertama kalinya saya datang ke sini, diajak berdiskusi dan makan bersama,” tutur Sudirman.

Dengan didampingi sang istri, Santi, Sudirman mengungkapkan bahwa kunci keberhasilannya menjadi pemanen terbaik dengan pendapatan hingga Rp18 juta per bulan terletak pada fokus dan disiplin.

Dalam satu hari, ia mampu memanen antara 5 hingga 6 ton tandan buah segar. Sebelum bekerja, ia selalu memastikan pemahaman terhadap areal panen, tingkat kematangan buah, serta kedisiplinan dalam mengutip brondolan.

Baca Juga: Ingin Magang di BUMN? Kimia Farma Buka Program Facility Management

“Kalau ditambah premi, sebulan bisa Rp17 sampai Rp18 juta. Itu semua untuk istri dan anak-anak saya. Pesan saya satu, masa pemanen muda kalah sama yang tua seperti saya,” kata Sudirman sambil terkekeh.

Pemanen lainnya pun menyampaikan pandangan serupa. Mereka menegaskan bahwa keluarga menjadi alasan terkuat untuk menjaga performa kerja.

Harapan agar anak-anak memiliki masa depan yang lebih baik menjadi energi tambahan dalam menjalani pekerjaan yang menuntut fisik dan kedisiplinan tinggi.

Baca Juga: Alarm Tengah Malam di Rokan: Perjuangan Tanpa Henti Menjaga Denyut Energi Nasional

Selain itu, para pemanen sepakat bahwa bentuk apresiasi dari manajemen memberikan dorongan moral yang besar bagi pekerja kebun. Pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa kerja lapangan memiliki peran strategis dalam mendukung perusahaan.

“Kami bekerja setiap hari di kebun. Ketika hasil kerja itu dihargai, semangat kami bertambah,” ujar Warham Tanjung.

Pandangan senada juga disampaikan Dedek Triono. Ia menilai lingkungan kerja yang memberikan penghargaan mampu mendorong pemanen untuk terus menjaga kualitas hasil panen serta disiplin kerja.

Baca Juga: Akhir Pekan Gratisan, Saksikan The Mystical Kecak Dance di Taman Mini Indonesia Indah

“Kalau kinerja diperhatikan, kami merasa punya tanggung jawab yang lebih besar terhadap pekerjaan,” katanya.

Halaman:

Tags

Terkini