rilis-bumn

PHM Salurkan Bantuan Pendidikan Mahakam dan Pendampingan Sarjana Pesisir, Cetak SDM Lokal Unggulan

Jumat, 30 Januari 2026 | 06:00 WIB
PHM menyerahkan bantuan pendidikan bagi 99 penerima dari lima kecamatan sekitar wilayah operasi sebagai komitmen CSR berkelanjutan. (Dok. PHM)

Susan mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, Bantuan Pendidikan Mahakam dan Beasiswa Sarjana Pesisir telah disalurkan kepada 19 penerima di Kecamatan Samboja, 37 penerima di Muara Jawa, lima di Sangasanga, 28 di Anggana, dan 10 di Muara Badak, serta menjangkau 15 perguruan tinggi di Samarinda, Balikpapan, dan Tenggarong.

Baca Juga: Lowongan Kerja Akuntansi Februari 2026, PT Mitra Utama Madani Rekrut Posisi Ini untuk Penempatan di Jaksel

Dengan demikian, sejak program ini mulai dijalankan pada 2018 hingga 2025, total penerima manfaat telah melampaui 700 mahasiswa.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara Sunggono memberikan apresiasi atas konsistensi PHM dalam menghadirkan program pendidikan yang dinilainya sebagai investasi paling menjanjikan bagi masa depan.

Ia juga memotivasi para penerima bantuan agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh melalui semangat belajar, perilaku positif, dan tekad untuk terus berkembang.

Baca Juga: Promo Akhir Januari 2026! Warga Jakarta Timur Bisa Masuk TMII Buy 1 Get 1 pada 30 Januari

Koordinator Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Wilayah Kalimantan dan Sulawesi, Lely M. Sondakh, menyatakan bahwa Program Bantuan Pendidikan Mahakam menjadi bukti nyata komitmen industri hulu migas dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya di sektor pendidikan.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan industri hulu migas perlu terus diperkuat untuk mencetak generasi muda yang unggul, berdaya saing, serta berwawasan lingkungan, guna mendukung pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Timur.

Di sisi lain, Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia, Dony Indrawan, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan kapasitas dan kemandirian masyarakat, terutama di bidang pendidikan.

Baca Juga: Hulu Migas Masih Jadi Pilar Utama Energi, Pertamina Drilling Tegaskan Peran Strategis di Era Transisi

“Keterbatasan akses terhadap pendidikan tinggi yang berkualitas masih menjadi tantangan bagi keluarga prasejahtera di sekitar wilayah operasi Perusahaan, termasuk di wilayah operasi PHM, PHSS, dan PHKT.

"Faktor ekonomi, keterbatasan geografis, dan kondisi sosial budaya menyebabkan banyak lulusan SMA yang belum dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi,” jelasnya.

Sebagai upaya memperluas akses pendidikan, selain Program Bantuan Pendidikan Mahakam, PHI bersama anak-anak perusahaannya, termasuk PHM, juga membuka kesempatan bagi putra-putri terbaik Kalimantan dari keluarga prasejahtera melalui Program Beasiswa Sobat Bumi Kalimantan (BSBK).

Baca Juga: Kinerja Fundamental Solid, Saham ELSA Dinobatkan sebagai Top Performer di Best Stock Awards 2026

“Kami percaya bahwa Program Bantuan Pendidikan Mahakam dan BSBK akan membuka peluang yang semakin luas bagi generasi muda di wilayah operasi untuk dapat menempuh pendidikan di perguruan tinggi yang berkualitas, sekaligus menyiapkan mereka sebagai agen perubahan bagi pengembangan dan kemajuan ekonomi daerah,” imbuhnya.

Halaman:

Tags

Terkini