Tahap selanjutnya diisi dengan observasi langsung di kawasan pesisir, pengumpulan data, serta proses pengambilan foto yang merepresentasikan kondisi ekologis dan sosial wilayah tersebut.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Jenis Olahraga yang Paling Efektif untuk Membentuk Tubuh Ideal
Sebagai puncak kegiatan, PEP Poleng Field menggelar pameran foto cerita bertajuk “Nyeser Paseser”.
Pameran ini menampilkan karya peserta sekaligus menjadi ruang diskusi antara fotografer, pegiat lingkungan, dan masyarakat.
Acara ini juga diramaikan dengan sajian kuliner khas Lembung Paseser berbahan dasar hasil laut seperti kerang dan kepiting.
Pameran berlangsung selama 24–28 Januari 2026 di Wisma Jerman, Surabaya.
Assistant Manager Production Operations Bahar Lanu menyampaikan, melalui lokakarya ini, kita bersama-sama menunjukkan bagaimana masyarakat dan komunitas kreatif dapat berkolaborasi untuk melihat, merekam, dan menceritakan Lembung Paseser dari sudut pandang yang lebih dalam.
'Lembung Paseser tidak hanya menjadi objek visual, tetapi juga ruang hidup yang memiliki nilai sosial, budaya, dan ekologis.
Baca Juga: PT TIMAH Perluas Konservasi Laut Lewat Pemasangan 45 Coral Garden di Bangka
'Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat semakin memperkenalkan kawasan Coastal & Marine Biodiversity Reserve Lembung Paseser yang telah dikembangkan PEP Poleng Field kepada publik secara lebih luas,” jelasnya.
Kegiatan ini turut berkolaborasi dengan Wisma Jerman, Fujifilm, serta masyarakat Lembung Paseser sebagai bentuk sinergi multipihak dalam mendukung penguatan kapasitas masyarakat dan promosi potensi kawasan CMBR.***