Kabar BUMN – Pertamina terus memperkuat komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui ekspansi bisnis migas di tingkat global, termasuk di Aljazair.
Melalui PT Pertamina Algeria Eksplorasi & Produksi (PAEP), anak usaha PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) di bawah Subholding Upstream Pertamina, perusahaan mengelola dan mengembangkan aset minyak dan gas bumi di Afrika Utara.
Upaya ini dijalankan dengan mengedepankan profesionalisme serta kontribusi sumber daya manusia Indonesia.
Baca Juga: Ragam Oleh-oleh yang Bisa Dibeli di Pasar Beringharjo, yang Unik Pun Bisa Ditemukan
Pertamina mendirikan PAEP pada 2014 setelah mengakuisisi aset ConocoPhillips Algeria Ltd.
Langkah strategis ini bertujuan memperluas portofolio hulu migas internasional sekaligus memperkuat posisi Pertamina di industri energi global, khususnya di kawasan Afrika Utara.
Pertamina melalui PAEP berperan sebagai operator kegiatan hulu migas di Aljazair sejak 2014 dengan menggandeng Sonatrach sebagai National Oil Company (NOC) setempat.
Baca Juga: Dari Krisis ke Presisi: Strategi PHR Menjaga Energi dan Produksi di Blok Rokan
Beroperasi di wilayah Gurun Sahara dengan kondisi geografis dan iklim ekstrem, Pertamina menerapkan standar keselamatan kerja dan keandalan operasional yang tinggi guna memastikan kegiatan produksi migas berjalan aman dan berkelanjutan.
Sebanyak 40 Perwira Pertamina bertugas di PAEP.
Mereka menempuh perjalanan lintas benua, meninggalkan keluarga dan kenyamanan di tanah air, serta beradaptasi dengan lingkungan kerja multikultural dan standar keamanan yang ketat.
Baca Juga: Sesuai Target Pekerjaan, WIKA Catat Progres 86% Jaringan Interkoneksi IPA Sepaku
Dalam menjalankan operasional, Pertamina mengelola tim dengan latar belakang empat kewarganegaraan, yaitu Indonesia, Aljazair, Spanyol, dan Rumania.
Di tengah kompleksitas kerja lintas budaya tersebut, Perwira Pertamina dipercaya memegang peran kepemimpinan strategis—mengoordinasikan operasional, memastikan keselamatan kerja, serta menjaga keandalan dan keberlanjutan produksi sesuai standar internasional.