rilis-bumn

Pelindo Pacu Arus Peti Kemas, Optimis Ekspor Indonesia Menguat di 2026

Selasa, 10 Februari 2026 | 14:45 WIB
Sejumlah alat angkat bongkar muat peti kemas di dermaga pelabuhan atau quay container crane milik PT Pelindo Terminal Petikemas tengah dalam proses produksi. (Dok. Pelindo Terminal Petikemas)

Di Pulau Jawa, Terminal Peti Kemas Semarang diprediksi akan semakin sibuk sejalan dengan berkembangnya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Kawasan Industri Kendal (KIK).

Baca Juga: PNRE dan Medco Jajaki Potensi Pengembangan Biodiesel HACPO dan Bioetanol

Aktivitas di kedua kawasan tersebut mendorong peningkatan arus ekspor-impor, khususnya dari sektor manufaktur.

Di sisi lain, PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat arus peti kemas luar negeri sepanjang 2025 mencapai 4,40 juta TEUs, atau meningkat 10,28 persen dibandingkan tahun 2024.

Capaian tersebut terdiri atas peti kemas impor sebanyak 2,12 juta TEUs, peti kemas ekspor 2,25 juta TEUs, serta peti kemas transhipment sekitar 30 ribu TEUs.

Baca Juga: Aneka Minuman Tradisional Indonesia Berbahan Jahe, Menghangatkan Badan dan Meningkatkan Imunitas Tubuh

“Untuk mendukung pencapaian target tahun 2026, sejumlah terminal peti kemas yang kami kelola akan dilengkapi dengan alat bongkar muat baru dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas layanan peti kemas bagi para pengguna jasa perusahaan,” seru Widyaswendra.

Penggerak Rantai Logistik

Dari sisi perdagangan, Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Benny Soetrisno, memperkirakan ekspor Indonesia akan tumbuh sekitar 7 persen pada 2026.

Salah satu faktor pendorong utamanya adalah semakin banyaknya perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) yang dijalin Indonesia dengan negara mitra.

Baca Juga: PLN Mobile Hadirkan Promo Februari, Bayar Listrik Tanpa Kode Bisa Langsung Diskon

“FTA membuka akses pasar lebih luas dan menurunkan hambatan tarif, sehingga produk ekspor Indonesia menjadi lebih kompetitif,” jelas Benny.

Kebijakan tersebut dinilai tidak hanya mendorong volume ekspor, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global.

Sementara itu, sektor logistik diperkirakan tumbuh melampaui laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: Bikun UI Kini Pakai Bus Listrik DAMRI, Lebih Tenang dan Bebas Emisi

Sekretaris Jenderal Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Trismawan Sanjaya, memperkirakan sektor transportasi dan pergudangan akan tumbuh antara 10–11,6 persen, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai Rp 1.700 triliun.

Halaman:

Tags

Terkini