rilis-bumn

Inisiasi Keselarasan Pesan, PTP Nonpetikemas Perkuat Tata Kelola Komunikasi di Era Digital

Rabu, 11 Februari 2026 | 15:00 WIB
Ilustrasi. PTP Nonpetikemas memperkuat strategi komunikasi perusahaan melalui inisiatif Strengthening Communication: One Voice, One PTP. (Dok. PTP Nonpetikemas)

Kabar BUMN - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memperkuat strategi komunikasi perusahaan melalui inisiatif Strengthening Communication: One Voice, One PTP.

Strategi ini sebagai upaya menjaga reputasi dan kepercayaan publik di tengah industri kepelabuhanan yang semakin kompetitif dan terhubung secara digital.

Penguatan strategi One Voice, One PTP ini dijalankan melalui Webinar Internal Komunikasi “One Voice, One PTP” yang diikuti seluruh Pekerja PTP Nonpetikemas.

Baca Juga: Produksi Sumur PBM-025 Tembus 205 BOPD, PEP Prabumulih Field Optimalkan Well Service

Dilanjutkan dengan Pelatihan Komunikasi dan DigiWarrior PTP Nonpetikemas yang berlangsung di Jakarta pada 9–11 Februari 2026, sebagai bagian dari upaya membangun keselarasan pesan dan kapasitas komunikasi insan perusahaan dari kantor pusat hingga seluruh cabang.

Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, menyampaikan reputasi perusahaan tidak hanya dibentuk oleh kinerja operasional dan capaian bisnis, tetapi juga oleh konsistensi sikap, perilaku, dan komunikasi seluruh insan perusahaan.

Menurutnya, setiap pekerja PTP Nonpetikemas merupakan representasi perusahaan, baik di lingkungan kerja, ruang publik, maupun ruang digital.

Baca Juga: Mudik Lebaran 2026 Lebih Aman dan Hemat, ASDP Siap Implementasikan Stimulus Pemerintah

“One Voice, One PTP bukan berarti menyeragamkan pandangan, melainkan menyatukan nilai dan sikap. Setiap pernyataan dan perilaku insan perusahaan berkontribusi langsung terhadap citra PTP Nonpetikemas,” ujar Indra.

Dalam konteks komunikasi digital, PTP Nonpetikemas menyoroti peran media sosial sebagai sarana strategis sekaligus ruang berisiko.

Arus informasi yang cepat membuat batas antara opini pribadi dan sikap institusi kian kabur, sehingga etika dan kehati-hatian dalam bermedia sosial menjadi faktor penting dalam menjaga reputasi perusahaan.

Baca Juga: Perhatian Pengguna Jalan, Ruas Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung Ditutup Sampai Siang Ini

“Saya ingin menekankan bahwa setiap kita adalah wajah dari perusahaan. Maka, mari tetap bijak dalam bermedia sosial, ” tambah Indra.

Melalui inisiatif ini, perusahaan mendorong setiap insan PTP Nonpetikemas untuk mempertimbangkan dampak setiap unggahan, komentar, dan respons digital terhadap persepsi publik, sekaligus memastikan informasi yang disampaikan akurat, terverifikasi, dan profesional.

Halaman:

Tags

Terkini