"Pendekatan ini memungkinkan Bank Mandiri menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memastikan kualitas aset tetap terjaga,” ujar Riduan di Jakarta, Kamis (12/2).
Baca Juga: Estimasi Biaya Listrik Kini Bisa Dicek Mandiri Lewat PLN Mobile
Dari sisi pendanaan, pertumbuhan kredit ditopang likuiditas yang kuat melalui Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp2.105,8 triliun atau naik 23,9 persen YoY.
Struktur pendanaan tetap terjaga dengan dana murah (CASA) tumbuh 12,6 persen YoY menjadi Rp1.431,4 triliun. Kondisi tersebut memberikan ruang yang memadai untuk mendukung ekspansi bisnis secara berkesinambungan.
Sebagai mitra strategis pemerintah, optimalisasi struktur keuangan juga diarahkan untuk mendukung berbagai program prioritas nasional.
Baca Juga: Promo Valentine DAMRI 2026, Saatnya Amankan Tiket Lebih Murah
Sepanjang 2025, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp41 triliun kepada sekitar 360 ribu pelaku UMKM dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang terukur.
Dukungan terhadap agenda sosial dan ketahanan pangan diwujudkan melalui pembiayaan kepada 147 mitra pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG), disertai penguatan tata kelola keuangan yang akuntabel.
Penguatan ekonomi desa dilakukan lewat pengelolaan lebih dari 4.700 rekening Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta pembukaan lebih dari 3.700 rekening BUMDes dan BUMDesma. Langkah ini sejalan dengan agenda pengembangan desa dan dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah.
Baca Juga: Tetap Fokus Saat Puasa, 6 Tips Agar Tidak Mengantuk di Tempat Kerja
Komitmen tersebut diperkuat melalui realisasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sepanjang 2025 yang mencakup lebih dari 1.174 program.
Fokusnya meliputi pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat, termasuk penyaluran bantuan kemanusiaan bagi wilayah terdampak bencana.
Optimalisasi kinerja keuangan juga tercermin dalam kontribusi berkelanjutan kepada negara. Selama 25 tahun terakhir, Bank Mandiri telah menyalurkan total dividen sebesar Rp225 triliun kepada masyarakat Indonesia.
Pada 2025, nilai dividen meningkat signifikan menjadi Rp52,5 triliun, terdiri dari Rp43,5 triliun atas porsi laba 2024 dan Rp9 triliun dividen interim atas porsi laba 2025 yang telah dibayarkan pada 14 Januari 2026.