"Berbagai inisiatif menurunkan emisi transportasi sekaligus mendorong standar BBM yang lebih bersih di Indonesia,” jelas Simon.
Baca Juga: Komisi XII DPR RI Dorong Percepatan Penetapan Harga Patokan Mineral di PT TIMAH
Simon menekankan bahwa tantangan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan solusi berkelanjutan serta berdampak langsung bagi masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui 151 program pengelolaan sampah nasional yang menjangkau komunitas perkotaan, pedesaan, hingga wilayah pesisir.
“Salah satu inovasi unggulan Pertamina adalah WASTECO atau Waste to Energy for Community di Balikpapan.
Baca Juga: Tips Istiqomah Melaksanakan Ibadah Tarawih dari Awal Sampai Akhir Ramadan
"Sampah organik diolah menjadi gas metana, dialirkan langsung ke rumah warga dan UMKM di sekitar TPA Manggar untuk kebutuhan memasak, sehingga memberikan dampak nyata bagi ekonomi lokal,” ujarnya.
Selain itu, Pertamina mengembangkan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Energi Berdikari (DEB) di 252 titik lokasi.
Program ini mengintegrasikan pemanfaatan energi baru terbarukan dengan penguatan ekonomi desa.
Baca Juga: Komitmen Waskita Beton Precast (WSBP) Suplai Produk Tepat Waktu di Proyek Irigasi Cibaliung
Melalui DEB, pengelolaan sampah di tingkat masyarakat diubah menjadi sumber daya produktif sekaligus mendorong kemandirian energi dan ekonomi desa.
Di sisi kemanusiaan, Pertamina menegaskan kehadirannya dalam setiap situasi bencana.
Simon menyatakan bahwa sepanjang 2025, Pertamina telah menyalurkan bantuan kebencanaan ke lebih dari 70 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Perusahaan memastikan distribusi energi tetap berjalan di tengah keterbatasan, mulai dari Bright Gas, BBM, hingga Avtur untuk mendukung kebutuhan dasar dan proses evakuasi.