Dalam sambutannya, Komisaris Utama PEPC, Taufan Hunneman, mengajak seluruh pekerja untuk terus menciptakan lingkungan kerja yang aman serta secara aktif mengidentifikasi dan mengurangi risiko di tempat kerja.
Baca Juga: Mahasiswa DKV Wajib Tahu! BTN Buka Program Magang Desain Visual 2026
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama Regional 4 Indonesia Timur, Ruby Mulyawan, menegaskan bahwa K3 bukan sekadar pencapaian angka zero accident atau pemenuhan dokumen audit, melainkan wujud kepedulian dan tanggung jawab terhadap keluarga di rumah.
Ia mendorong seluruh pekerja untuk membangun pola pikir keselamatan yang kuat dengan menjadikan K3 tidak hanya sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai bagian dari keseharian dalam mengidentifikasi dan memitigasi setiap risiko, sekecil apa pun.
Upaya ini dimulai dari diri sendiri, diterapkan dalam lingkungan keluarga, hingga menjadi kebiasaan positif di tempat kerja.
Baca Juga: Panduan Mengatur Waktu Bagi Pekerja Remote Agar Bekerja bisa Lebih Efektif dan Efisien
Seluruh pekerja juga didorong untuk aktif saling mengingatkan serta memiliki keberanian menjalankan Stop Work Authority apabila menemukan tindakan maupun kondisi tidak aman, karena kepedulian terhadap keselamatan rekan kerja menjadi fondasi utama dalam membangun budaya kerja yang selamat dan berkelanjutan.
Rangkaian acara ditutup dengan Security Talk bertajuk “Pertamina at The Crossroads” yang memberikan perspektif strategis mengenai dinamika keamanan nasional dan implikasinya terhadap keberlangsungan industri energi, sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya sinergi antara aspek keselamatan dan keamanan sebagai bagian integral dalam menjaga keandalan operasional dan ketahanan energi nasional.
Melalui peringatan Bulan K3 2026 ini, PEPC menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem K3 yang profesional, andal, dan kolaboratif demi mendukung operasional yang selamat, efisien, dan berkelanjutan.***