Kabar BUMN – PT Elnusa Tbk kembali menegaskan perannya sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina dalam mendukung aktivitas hulu migas di lingkungan Pertamina Group.
Kali ini, Elnusa berhasil menuntaskan proyek Survei Seismik 3D OBN Zulu North yang dikerjakan untuk klien Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).
Kegiatan survei yang berlangsung di perairan Kepulauan Seribu ini mencakup luasan surface survey sebesar 70,6 km². Proyek tersebut dirampungkan dengan standar operational excellence, menghasilkan data berkualitas baik serta mencatatkan zero Lost Time Injury (LTI).
Baca Juga: Sensasi Liburan Ala Bali di Gunungkidul: Tiket On The Rock Jogja 2026 Mulai Rp 40 Ribuan
Pencapaian ini diraih meskipun tim menghadapi tantangan cuaca dan tingkat kompleksitas operasional yang tinggi selama pelaksanaan.
Survei seismik offshore 3D sendiri merupakan metode akuisisi data bawah permukaan laut guna memperoleh visualisasi tiga dimensi struktur geologi.
Informasi ini berperan penting dalam menunjang kegiatan eksplorasi dan pengembangan lapangan migas agar lebih presisi dan berkelanjutan.
Baca Juga: PIEP Dulang Prestasi Internasional Lewat CSR dan Penghargaan Bergengsi
Pada proyek ini, Elnusa mengaplikasikan teknologi Ocean Bottom Nodes (OBN), yakni receiver seismik yang ditempatkan secara presisi di dasar laut dengan memperhitungkan mitigasi risiko dari berbagai objek bawah permukaan yang teridentifikasi.
Teknologi tersebut efektif diterapkan di area dengan infrastruktur padat seperti platform dan jaringan pipa bawah laut sehingga kualitas serta cakupan (fold coverage) data tetap optimal.
Area survei berada di sekitar sepuluh platform produksi yang letaknya berdekatan. Kondisi ini menuntut perencanaan yang matang, pelaksanaan yang detail, serta pengawasan ketat terhadap aspek operasional, keselamatan, dan keamanan.
Baca Juga: Sambut Nyepi 2026, InJourney Hospitality Hadirkan Pengalaman Menginap Sarat Makna di Bali
Operasi dimulai pada akhir Desember 2025 dan berhasil diselesaikan sesuai target pada akhir Januari 2026.
Fahzul MH Siregar selaku Party Chief Elnusa menyampaikan, “Tantangan terbesar dari operasi ini adalah banyaknya obstacle seperti platform, pipa bawah laut, bangkai kapal, dan lainnya yang berada di area survei. Namun, melalui kerja sama tim yang solid, kami berhasil menyelesaikan operasi ini dengan aman dan Selamat,” Kata Fahzul.