Baca Juga: Lawan Ngantuk Saat Puasa, 7 Tips Tetap Produktif Seharian Tanpa Kopi
Pada 2025, selain Nihil Fatalitas, SIG mencatat Lost Time Injury Frequency Rate sebesar 0,13 dari target 0,3 serta Lost Time Injury Severity Rate sebesar 1,01 dari target 5, disertai implementasi berbagai leading indicator seperti Safety Observation Tour, Corporate Life Saving Rules (CLSR) improvement plan, Visible Safety Leadership (VSL) Ambassador, CSMS, Safety Academy, dan kesiapan respon darurat.
Atas konsistensi tersebut, SIG menerima sejumlah penghargaan, antara lain Zero Accident Award dari Kementerian Ketenagakerjaan, Tropi & Aditama Terbaik atas Pengelolaan Keselamatan Pertambangan dari Kementerian ESDM, serta Indonesian Conference & Competition on Occupational Safety & Health (ICC-OSH) Award.
Salah satu langkah strategis yang terus diperkuat adalah implementasi Visible Safety Leadership (VSL), yakni keterlibatan aktif manajemen dalam berdialog langsung, melakukan observasi, serta memberikan intervensi konstruktif saat ditemukan kondisi atau tindakan tidak aman.
Baca Juga: Promo Ramadan PLN, Diskon 50 Persen Tambah Daya Listrik via PLN Mobile
SIG juga mendorong transformasi menuju Visible-Felt Safety Leadership (VFSL), di mana kepemimpinan keselamatan tidak hanya terlihat, tetapi juga dirasakan kepeduliannya oleh pekerja.
Pendekatan ini ditujukan untuk membangun kepercayaan, memperkuat kolaborasi, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap keselamatan kerja.
Dalam rangkaian Bulan K3 Nasional 2026, SIG turut meluncurkan New CLSR yang memuat 20 panduan keselamatan kerja berbasis data statistik insiden (recordable incident) dan risiko proses bisnis operasi.
Baca Juga: Dibuka Loker Ticketing di Citilink Denpasar, Cek Syaratnya Sebelum 1 Maret 2026
”Budaya K3 berangkat dari kesadaran bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama yang dimulai dari masing-masing individu dan merupakan kebutuhan bersama. Safety Yes, Accident No! Safety is Our Top Priority,” tegas Reni Wulandari. ***