"Kualitas kasur pada armada kami juga telah ditingkatkan menjadi bahan anti bakteri, anti air dan anti api guna meningkatkan kenyamanan dan kebersihan selama perjalanan", tambah Nadya.
Transformasi yang dijalankan PELNI turut menyasar aspek digitalisasi serta sistem keamanan penumpang. Salah satunya melalui pengembangan fitur smartlock yang sebelumnya diterapkan di KM Kelud sebagai pilot project.
Baca Juga: Kuliner Jawa yang Dulu Difavoritkan Wali Songo, Bisa Jadi Alternatif Menu Berbuka Puasa
Pada tahun 2026, fitur ini akan diimplementasikan secara bertahap di KM Bukit Siguntang, KM Awu, dan KM Dorolonda. Teknologi tersebut memungkinkan akses kabin yang lebih aman, praktis, dan modern melalui sistem digital.
Nadya juga menambahkan bahwa PELNI telah meluncurkan fitur ulasan perjalanan di aplikasi PELNI Mobile, sehingga penumpang dapat langsung memberikan rating dan review setelah perjalanan selesai.
“Fitur rating dan review di PELNI Mobile menjadi alat yang sangat penting bagi kami untuk memastikan proses evaluasi dan peningkatan layanan berjalan secara terukur dan berkelanjutan."
"Penilaian tersebut meliputi empat indikator utama, yaitu kebersihan, fasilitas, makanan, dan pelayanan. Kami mengajak seluruh penumpang untuk aktif memberikan masukan jujur setelah perjalanan,” pungkas Nadya.
PELNI menegaskan komitmennya dalam menghadirkan transportasi laut yang aman, nyaman, dan tetap terjangkau bagi masyarakat Indonesia sepanjang periode Angkutan Lebaran 2026.
Berbagai langkah peningkatan layanan tersebut diharapkan mampu mendukung konektivitas nasional serta memperlancar mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Nusantara. ***