Kabar BUMN – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Banten memfasilitasi ekspor perdana Wind Mill Tower milik PT Kenertec Power System ke Kanada melalui Dermaga 05A Pelabuhan Ciwandan pada 16 Februari 2026.
Pengiriman ini menjadi penanda penting bahwa Pelabuhan Ciwandan mampu menangani kargo proyek berdimensi besar (oversized cargo) untuk pasar internasional.
Komponen menara turbin angin tersebut memiliki ukuran dan bobot khusus, sehingga proses pemuatan dilakukan dengan standar operasional ketat.
Baca Juga: Puasa Jalan Terus, Energi Jangan Putus: Tips Simpel Tetap Fit di Ramadan 1447 H
Mulai dari pengaturan area penumpukan, pengamanan titik angkat, kesiapan alat berat, hingga penerapan prinsip keselamatan berbasis HSSE (Health, Safety, Security, and Environment).
General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Benny Ariadi, menyatakan keberhasilan ini menunjukkan kesiapan infrastruktur dan fasilitas pelabuhan dalam menangani kargo berdimensi khusus untuk proyek berskala internasional.
Menurutnya, ekspor ini juga mendukung daya saing industri energi terbarukan Indonesia agar semakin kompetitif di pasar global.
Baca Juga: Strategi Hemat Mudik Lebaran: Diskon Tiket Kapal PELNI 30% hingga 5 April 2026
“Ini adalah wujud dukungan penuh Pelindo terhadap pertumbuhan industri nasional, khususnya di sektor energi hijau, agar semakin kompetitif di pasar global,” ujar Benny Ariadi.
Kelancaran proses ekspor turut melibatkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk operator terminal PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas Cabang Banten), KSOP Kelas I Banten, Bea Cukai, perusahaan pelayaran, serta pemangku kepentingan lainnya.
“Kami terus memperkuat kompetensi SDM, meningkatkan kualitas layanan, serta memastikan standar keselamatan dijalankan secara konsisten. Harapannya, semakin banyak proyek ekspor bernilai tinggi yang dapat dilayani melalui Pelabuhan Ciwandan,” ungkap Benny Ariadi.
Keberhasilan pengiriman Wind Mill Tower ini diharapkan mendorong peningkatan arus ekspor dari Banten sekaligus memperkuat posisi Pelabuhan Ciwandan sebagai gerbang logistik strategis nasional, khususnya untuk proyek industri dan energi hijau.***