Kabar BUMN – PT Pertamina (Persero) kembali menggulirkan program Mudik Bareng Pertamina 2026 sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mendukung kelancaran perjalanan masyarakat menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Program mudik gratis ini tak hanya menyediakan fasilitas keberangkatan, tetapi juga layanan arus balik demi memastikan perjalanan pergi dan pulang berlangsung aman serta nyaman.
Tahun ini, Pertamina menyiapkan rute menuju lebih dari 15 kota di Pulau Jawa.
Baca Juga: Tetap Puasa Saat Mudik, Ini 8 Tips Agar Ibadah dan Perjalanan Berjalan Lancar
Pendaftaran dibuka mulai Selasa, 3 Maret 2026 pukul 10.00 WIB melalui laman resmi www.mudikpertamina2026.com.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan, program mudik bareng Pertamina ini bagian dari energi untuk masyarakat dengan memberikan kemudahan mudik gratis secara aman dan nyaman.
“Melalui program Mudik Bareng Pertamina 2026, kami ingin menghadirkan energi kebaikan bagi masyarakat yang ingin merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman. Ini adalah bagian dari komitmen Pertamina untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat untuk mendukung kelancaran dan keamanan perjalanan mudik,” ujarnya.
Keberangkatan dijadwalkan pada Minggu, 15 Maret 2026 dari Plaza Keong Mas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.
Adapun kota tujuan antara lain:
- Tasikmalaya
- Garut
- Cirebon
- Purwokerto/Banyumas
- Kebumen
- Wonosobo/Purworejo
- Brebes/Tegal
- Pemalang
- Cilacap
- Pekalongan/Kendal/Semarang
- Yogyakarta
- Surakarta/Wonogiri
- Surabaya
- Malang
- Ngawi
- Madiun
- Banyuwangi
Baca Juga: PTPN IV PalmCo Siapkan Program Pengentasan Stunting di Rokan Hulu, Mulai Maret 2026
Selain itu, layanan arus balik akan dipusatkan di empat kota, yakni Cirebon, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya pada Sabtu, 28 Maret 2026, dengan titik akhir di Pool Damri Cawang, Jakarta.
Baron menambahkan, aspek keselamatan dan kenyamanan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan program mudik bareng Pertamina 2026.
“Kami memastikan seluruh armada yang digunakan memenuhi standar keselamatan dan kelayakan operasional,” terang Baron.