rilis-bumn

Kolaborasi Dilanjutkan, Mitratel dan AALTO Optimalkan Stratospace untuk Perluas Jaringan Nasional

Rabu, 4 Maret 2026 | 14:30 WIB
Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Mitratel dan AALTO disaksikan oleh Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji (paling kiri).

Ia menambahkan bahwa TelkomGroup mendukung kelanjutan inisiatif ini melalui pengujian dan studi kelayakan yang komprehensif guna memastikan kesiapan implementasi secara terukur.

“Setiap tahapan adopsi teknologi akan dijalankan secara prudent, mengedepankan tata kelola yang baik serta kepatuhan terhadap seluruh regulasi yang berlaku, sehingga dapat memberikan nilai jangka panjang bagi ekosistem digital nasional,” tambahnya.

Perluasan ruang lingkup kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kesepahaman yang telah terjalin sejak 2023.

Baca Juga: Soft Launching PLTS Terapung Karangkates 100 MW, Sinergi Air dan Energi Hijau Diperkuat

Potensi sinergi kedua pihak akan terus dievaluasi melalui kajian menyeluruh yang mencakup aspek bisnis, finansial, teknis, operasional, komersial, hukum, dan regulasi guna memastikan perencanaan dan pelaksanaan yang akuntabel.

CEO Mitratel Theodorus Ardi Hartoko menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan komitmen perseroan dalam memperkuat ekosistem infrastruktur digital Indonesia.

“Sinergi antara infrastruktur menara dan teknologi HAPS diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan, memperluas cakupan, serta mendukung ketahanan sistem telekomunikasi nasional. Kesepahaman ini memberikan landasan yang lebih kokoh bagi kedua pihak untuk menyusun peta jalan implementasi yang terukur dan berorientasi jangka panjang,” jelas Theodorus.

Baca Juga: Kampung Muslim di Bali, Sudah Ada sejak Zaman Majapahit

Sementara itu, CEO AALTO Hughes Boulnois menyampaikan bahwa penguatan kerja sama ini berlangsung di tengah meningkatnya momentum komersial teknologi Stratospace.

“Kemampuan Zephyr dalam menghadirkan konektivitas langsung ke perangkat (direct-to-device) membuka peluang untuk menjangkau wilayah dengan keterbatasan akses sekaligus meningkatkan keandalan jaringan. Asia-Pasifik menjadi kawasan strategis bagi pertumbuhan AALTO dan bagian penting dari evolusi konektivitas global,” ungkapnya.

Dengan diperpanjangnya MoU hingga Oktober 2027, kedua perusahaan akan terus mengevaluasi dan mematangkan potensi integrasi antara teknologi HAPS dan infrastruktur telekomunikasi sebagai bagian dari komitmen bersama dalam memperluas akses konektivitas serta mempercepat transformasi digital Indonesia.***

Halaman:

Tags

Terkini