“Tantangan ke depan semakin berat dan kompleks. Pimpinan harus memiliki pengetahuan dan kompetensi multidimensi agar mampu mengambil keputusan secara lebih komprehensif,” tegasnya.
Baca Juga: Jangan Panik! Ini Tips Mengatasi Rasa Takut Nyasar Saat Bepergian Jauh
Lebih lanjut, Tedi mengingatkan BP BUMN tidak dapat menutup diri dari dinamika global, termasuk tantangan geopolitik yang berada di luar kendali. Namun organisasi tetap harus fokus pada aspek yang dapat dikelola secara optimal.
Tedi menegaskan bahwa BP BUMN harus mengoptimalkan perannya sebagai regulator melalui penguatan pengawasan, penetapan kebijakan teknis, dan restrukturisasi untuk meningkatkan nilai BUMN.
Pengawasan tersebut mencakup memastikan penugasan pemerintah dilaksanakan secara efektif dan akuntabel serta sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Baca Juga: Mudik Gratis 2026 dari Pupuk Kaltim: Kuota 400 Orang, Cek Rute dan Cara Daftarnya!
Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan BPI Danantara dan PT Danantara Asset Management (Persero) dalam mendukung transformasi BUMN ke depan.
“Kita adalah mitra kerja Danantara. Hubungan ini akan semakin erat karena aspirasi pemerintah dan Bapak Presiden terhadap BUMN sangat besar. Sebagai pemegang saham dan regulator, fungsi ini harus kita jalankan dengan sebaik-baiknya. Amanah ini harus kita laksanakan dengan penuh tanggung jawab,” katanya.
Menutup sambutannya, Tedi mengingatkan bahwa integritas merupakan kebanggaan sebagai aparatur sipil negara.
Baca Juga: 3 Masjid Tertua di Palembang, Perjalanan Panjang Tempat Ibadah Berusia Beratus-ratus Tahun
“Salah satu kebanggaan kita sebagai ASN adalah integritas. Integritas ini tidak bisa ditawar. Kami berharap Bapak-Ibu sekalian dapat melaksanakan tugas dengan amanah dan penuh tanggung jawab. Insya Allah, dengan ikhtiar bersama, kita dapat membantu mengelola BUMN dengan lebih baik,” pungkasnya.***