"Dan nge-charge-nya hanya 30 menit, ya 30 menit selesai," ucap Budi.
Baca Juga: Bogor Siap Sambut Karnaval Pajajaran, Lengkapi Kalender Festival Kota Hujan
Sejak mulai dilakukan uji coba operasional pada Desember 2025, pemanfaatan SPKLU di lingkungan Kemendag RI menunjukkan tren peningkatan.
Hingga Februari 2026, tercatat sebanyak 2.460 transaksi pengisian daya telah dilakukan di tiga unit SPKLU yang masing-masing memiliki kapasitas 120 kilowatt (kW).
Total energi listrik yang tersalurkan melalui fasilitas tersebut mencapai 62.598 kW.
Baca Juga: DAHSYAT! Keluarga Besar Dahana Turun Tangan Bahagiakan Anak Yatim di Subang
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara PLN dan Kemendag RI.
Ia menilai kerja sama ini merupakan bagian dari upaya mempercepat transisi energi nasional melalui pengembangan infrastruktur kendaraan listrik.
"Kolaborasi antara Kemendag dengan PLN ini adalah bagian akselerasi dari transisi energi.
"Artinya, ini adalah pergeseran dari energi mahal menjadi energi murah, energi emisi tinggi menjadi emisi rendah, dan shifting dari import based energy menjadi domestic based energy," ujar Darmawan.
Lebih lanjut, Darmawan menjelaskan bahwa pengembangan SPKLU tidak dapat hanya mengandalkan lahan milik PLN.
Oleh karena itu, kerja sama dengan berbagai pihak menjadi faktor penting untuk memperluas pembangunan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia.
Baca Juga: Kuliner Indonesia yang Memanfaatkan Hitamnya Abu Merang, Rasa dan Teksturnya Unik
"Pada dasarnya kebutuhan SPKLU ini tidak mungkin hanya berada di lahan PLN.