General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menyampaikan bahwa dipilihnya Pulau Nusa Dharma sebagai lokasi penyelenggaraan Holi Festival menunjukkan adanya kepercayaan internasional sekaligus pengakuan terhadap kesiapan The Nusa Dua dalam menggelar acara berskala global.
Baca Juga: Rekomendasi 6 Menu Buka Puasa yang Aman untuk Penderita Asam Lambung
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Konsulat Jenderal India di Bali atas kepercayaan yang diberikan kepada The Nusa Dua sebagai tuan rumah acara.
Menurutnya, festival ini mencerminkan semangat persatuan dan persahabatan lintas budaya, sekaligus sejalan dengan tren positif kunjungan wisatawan India yang kini termasuk dalam lima besar pasar pengunjung ke kawasan The Nusa Dua.
Ia menambahkan bahwa momentum ini semakin memperkuat komitmen ITDC untuk menjadikan The Nusa Dua sebagai destinasi kelas dunia yang inklusif dan adaptif.
Baca Juga: BNI Salurkan Mercedes-Benz hingga Ratusan Gadget untuk Pemenang Undian Rejeki wondr BNI Tahap II
Kemeriahan festival juga semakin terasa dengan berbagai penampilan seni budaya yang energik.
Sejumlah pertunjukan tari Bollywood dari Rhythm of Rasa, Suradiva Art Studio, dan India in Bali berhasil memukau para peserta dan menambah semarak suasana perayaan.
Setelah rangkaian acara resmi, Konsul Jenderal India bersama Direktur SVCC secara simbolis membuka perayaan Holi yang didampingi oleh perwakilan dari The Nusa Dua, ITDC.
Baca Juga: Tiket KAI Diskon 30%, Promo Berlaku Khusus Pembelian pada 9 Maret 2026
Perayaan kemudian dilanjutkan dengan tradisi saling melempar bubuk warna yang dilakukan para peserta dengan penuh antusias.
Selain itu, para peserta juga menikmati alunan musik meriah dari DJ sambil menari dan merayakan kebersamaan yang menjadi ciri khas festival Holi.
Festival ini menghadirkan ruang yang semarak untuk interaksi budaya sekaligus mempererat kebersamaan komunitas.
Baca Juga: 4 Kudapan Kekinian di Jakarta yang Masih Sulit Ditemukan di Daerah Lain, Bisa Dijadikan Oleh-oleh
Kehadiran keluarga, mahasiswa, anggota diaspora, wisatawan, serta masyarakat lokal menjadikan Pulau Nusa Dharma sebagai kanvas penuh warna dan kegembiraan.