“Assalamualaikum. Selamat pagi anak-anak,” sapa Jatmiko didampingi Lina Jatmiko saat memasuki ruang kelas 3B SMP.
Baca Juga: Perkuat Produksi Migas Nasional, PHE Buka Peluang Industri Asuransi Jadi Mitra Strategis
Di ruangan tersebut terdapat enam siswa SLB tingkat menengah pertama dengan disabilitas tuna rungu.
Kehadiran mereka disambut hangat oleh para pelajar yang tengah mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Para siswa tampak percaya diri ketika mencoba berkomunikasi dengan Jatmiko.
Salah satu siswa bernama Zahra, yang mengenakan hijab, kemudian memperagakan cara berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat di depan kelas.
Ia memperkenalkan abjad hingga merangkai kata agar dapat digunakan dalam percakapan.
Sesekali terdengar tawa kecil dari para siswa ketika gerakan tangan sang direktur belum sepenuhnya tepat.
Baca Juga: Elnusa Tebar Kebahagiaan Ramadan di 98 Wilayah Operasi, Salurkan Lebih dari 10.000 Paket Sembako
Namun dari momen sederhana itu tercipta kehangatan—sebuah pertemuan yang mempertemukan dunia korporasi dengan anak-anak yang belajar memahami kehidupan melalui cara yang berbeda.
Suasana serupa juga terlihat saat rombongan mengunjungi para siswa tuna netra dan anak-anak dengan down syndrome.
Mereka tampil percaya diri, menunjukkan bahwa keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk meraih cita-cita.
Baca Juga: Panduan Shalat Idul Fitri: Bacaan Niat Imam, Makmum, dan Cara Melaksanakannya
"Adik-adik harus tetap semangat ya. Bapak dan ibu yakin, Insya Allah, adik-adik semua akan sukses," pesan Jatmiko.