Menurutnya, dengan kereta api, jumlah masyarakat yang bisa dibantu AirNav Indonesia untuk mudik bisa lebih banyak bila dibandingkan moda angkutan lain.
Faktor lain yang menjadi pertimbangan adalah, untuk membantu pemerintah mengurangi beban jalan raya dan mengurangi risiko kecelakaan.
”Ketimbang mereka harus naik sepeda motor ke kampung halamannya, tentunya mudik naik kereta api akan jauh lebih aman. Selain itu juga bebas macet dan yang pasti nyaman. Untuk waktu perjalanan juga jauh lebih terprediksi,” ungkap Nurcahyo.
Baca Juga: Safari Ramadan PalmCo di Pekanbaru, Perkuat Integritas dan Konsolidasi Internal Perusahaan
Hal tersebut, menurutnya, sejalan dengan semangat AirNav Indonesia dalam mendukung pelaksanaan masa angkutan Lebaran.
”AirNav Indonesia berupaya menyiapkan seluruh aspek operasional untuk memastikan pelayanan navigasi penerbangan selama periode Angkutan Lebaran kali ini dapat berjalan aman, lancar, dan efisien,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan trafik penerbangan selama periode Lebaran juga diiringi dengan peningkatan kewaspadaan terhadap berbagai potensi risiko keselamatan penerbangan.
Baca Juga: Rekomendasi Tempat Sarapan Pagi di Bali dengan Menu Lokal yang Tak Biasa
”Kami terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi hazard selama periode Lebaran. Seperti cuaca ekstrem, abu vulkanik, balon udara liar, potensi bird strike, serta gangguan operasional bandara maupun maskapai.
"Seluruh personel operasional juga diingatkan untuk meningkatkan disiplin terhadap prosedur serta koordinasi antar unit untuk menjaga keselamatan penerbangan,” tandas Nurcahyo.***