Dalam proses transformasi tersebut, seluruh data dan aplikasi di PDC akan distandarisasi melalui satu framework terpadu serta satu basis data Single Source of Truth (SSOT).
Baca Juga: Libur Lebaran 2026: Annual Pass THR TMII, Masuk Berkali-kali Cuma 1 Tiket!
Standarisasi ini diharapkan membuat proses operasional perusahaan lebih efisien, mulai dari kemudahan perpindahan antar aplikasi, pengurangan rekapitulasi data manual, hingga penyajian laporan yang lebih akurat dan terintegrasi.
Proses pengambilan keputusan pun dapat dilakukan lebih cepat berkat dukungan data yang konsisten dan terpusat.
Lebih dari sekadar peningkatan teknologi, standarisasi ini juga diharapkan berdampak positif pada kinerja organisasi secara keseluruhan.
Tidak hanya mempermudah pengelolaan sistem oleh tim IT, tetapi juga mendukung terciptanya proses kerja yang lebih efektif, kolaboratif, dan berbasis data di seluruh lini perusahaan.
Ke depan, transformasi ini diharapkan memperkuat posisi IT sebagai Business Unit strategis yang mengelola fondasi digital perusahaan.
IT kini tidak hanya menangani gangguan teknis, tetapi juga menentukan standar arsitektur aplikasi, mengelola database perusahaan, menjaga kualitas dan konsistensi data, serta mendukung pengambilan keputusan dan implementasi strategi bisnis berbasis informasi yang akurat dan terintegrasi.
Baca Juga: Dony Oskaria: Restrukturisasi BUMN Karya Hampir Final, Siap Masuk Fase Konsolidasi
Keberhasilan transformasi ini tentu bukan hanya tanggung jawab tim IT. Implementasi SSOT dan standarisasi framework membutuhkan komitmen serta kerja sama dari seluruh unit kerja.
“Transformasi ini juga memerlukan dukungan aktif dari rekan-rekan Perwira untuk mematuhi standar yang telah ditetapkan dan disiplin dalam pengelolaan data, serta dukungan penuh dari manajemen dalam hal tata kelola,” tutup Imron.
Di akhir kegiatan, tim ICT menekankan pentingnya keamanan informasi. Keamanan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada people dan process.
Dalam hal ini, Perwira PDC merupakan faktor kritis yang sering menjadi titik risiko terbesar dalam keamanan siber.