Tim ini bertugas memantau distribusi energi secara berkala serta berkoordinasi dengan posko nasional Kementerian ESDM. Langkah ini dilakukan guna memastikan penyaluran energi berjalan tanpa hambatan.
Baca Juga: BULOG Fasilitasi 750 Pemudik Lewat Program Mudik Gratis BUMN 2026
“Secara nasional, Pertamina telah menyiapkan infrastruktur penyaluran energi yang cukup besar untuk menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri.
Infrastruktur tersebut meliputi 2.420 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang beroperasi 24 jam, serta 6.300 agen LPG siaga yang tersebar di berbagai daerah.
Selain itu, terdapat pula 200 unit mobil tangki yang disiagakan sebagai kantong cadangan suplai BBM, serta layanan BBM & Kiosk Pertamina Siaga di 64 titik”, lanjut Taufik.
Baca Juga: Inovasi Block Mode Perkuat Fleksibilitas Operasi Pertamina Patra Niaga Jelang Lebaran 2026
Untuk wilayah Jawa Bagian Barat yang mencakup Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten, Pertamina juga telah menyiapkan layanan tambahan.
Fasilitas ini tersebar di jalur tol, kawasan wisata, serta jalur utama yang diprediksi mengalami lonjakan kendaraan. Adapun layanan tersebut meliputi 427 SPBU siaga 24 jam, 2.180 agen LPG, serta 206 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE).
Dalam mengantisipasi kondisi kemacetan, Pertamina turut menyiagakan berbagai layanan tambahan di wilayah Jawa Barat.
Baca Juga: Jelang Nyepi, Ini Tiga Lokasi Pawai Ogoh-Ogoh yang Wajib Kamu Cek
Beberapa di antaranya adalah 52 unit Pertamina Delivery Service (PDS) menggunakan sepeda motor, 563 agen Bright Gas, serta 62 mobil tangki yang siap digunakan saat terjadi lonjakan kebutuhan. Selain itu, tersedia pula 11 titik Serambi MyPertamina untuk memberikan kenyamanan bagi pemudik.
VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyebut kunjungan Wamen ESDM menjadi momen penting untuk memastikan kesiapan distribusi energi secara menyeluruh.
Pertamina juga telah meningkatkan cadangan stok energi guna mengantisipasi lonjakan konsumsi selama arus mudik dan arus balik. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kesiapan menghadapi kebutuhan masyarakat yang meningkat.
Baca Juga: Saatnya Pulang! TelkomGroup Lepas Ribuan Pemudik untuk Lebaran 2026
Lebih lanjut, Pertamina memanfaatkan teknologi digital untuk melakukan pemantauan distribusi secara real-time. Sistem ini memungkinkan pengawasan dilakukan secara ketat sehingga potensi kekosongan stok dapat dihindari, terutama di jalur-jalur dengan mobilitas tinggi.