Kabar BUMN – PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat dalam kondisi andal jelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Berbagai langkah antisipatif telah dilakukan untuk menjaga pasokan listrik tetap aman, sehingga masyarakat dapat beribadah dengan nyaman.
Saat meninjau PLN UP2B Sistem Makassar di Kota Makassar pada 14 Maret, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Investasi dan Ekonomi, Muhammad Mahmud Azhar Lubis, menyatakan kondisi kelistrikan di Sulawesi bagian selatan aman dengan kapasitas yang mencukupi kebutuhan.
Baca Juga: Ragam Kue Kering Tradisional Jawa yang Selalu Hadir di Hari Lebaran
“Saya telah cek persiapan dan kesiagaan PLN dalam mengawal momen Ramadan dan Idulfitri tahun ini. Kami menyaksikan bahwa kapasitas listrik dan kebutuhan listrik cukup,” katanya.
Direktur Manajemen Risiko PLN, Adi Lumakso, menambahkan persiapan telah dilakukan sejak dini melalui asesmen dan pemeliharaan menyeluruh, mulai dari pembangkitan hingga distribusi, guna memastikan pasokan listrik tetap stabil selama Ramadan dan Idulfitri.
Sementara itu, General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menyebutkan sebanyak 102 posko siaga dan 4.972 personel telah disiapkan.
Dengan daya mampu pasok mencapai 2.285 Mega Watt (MW) dan perkiraan beban puncak 1.718 MW, tersedia cadangan 567 MW untuk menjaga keandalan listrik selama periode siaga.
“Berbagai upaya telah kami lakukan untuk menjaga kecukupan pasokan listrik di sistem Sulawesi Bagian Selatan,” jelas Edyansyah.
Selain menjaga keandalan listrik, PLN juga menyiapkan infrastruktur pendukung kendaraan listrik bagi masyarakat yang melakukan perjalanan selama Ramadan dan Idulfitri.
Baca Juga: Suntikan Dana Jumbo! Tol Yogyakarta–Bawen Kantongi Kredit Rp17,92 Triliun
Sebanyak 69 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) telah tersedia di 53 lokasi di wilayah kerja PLN UID Sulselrabar.