Kabar BUMN - Lebaran selalu identik dengan tradisi pulang kampung yang penuh makna bagi masyarakat Indonesia.
Momen ini dimanfaatkan untuk berkumpul kembali bersama keluarga di kampung halaman.
Melihat tingginya mobilitas tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menghadirkan program tiket mudik gratis khusus wilayah Indonesia Timur yang berlangsung pada 16–28 Maret 2026.
Baca Juga: PLN Siapkan Ribuan SPKLU untuk Mudik Lebaran 2026, Antisipasi Lonjakan Pengguna EV
Inisiatif ini merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah sekaligus langkah konkret dalam memperluas akses transportasi yang lebih merata dan terjangkau.
Terutama bagi masyarakat di daerah kepulauan, layanan penyeberangan menjadi kebutuhan utama yang tidak bisa dipisahkan. Program ini diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut secara langsung.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada layanan semata.
Baca Juga: Tetap Siaga di Hari Raya, Perwira PDC Pastikan Operasi Energi Nasional Berjalan Lancar
“Kami ingin memastikan layanan penyeberangan tidak hanya andal secara operasional, tetapi juga inklusif dan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Melalui program ini, kami berharap masyarakat di wilayah Timur dapat merasakan kemudahan perjalanan mudik dengan lebih nyaman,” ujarnya.
Pelaksanaan program ini dilakukan melalui kolaborasi dengan PT Jasaraharja Putera (JRP Insurance). Sasaran utamanya adalah penumpang pejalan kaki kelas ekonomi dengan total kuota mencapai 1.635 orang.
Layanan ini tersedia di berbagai cabang strategis seperti Ambon, Selayar, Sorong, Biak, Bajoe, Ternate, hingga Bitung dengan sejumlah lintasan penyeberangan yang telah ditentukan.
Baca Juga: 20 Ucapan Lebaran yang Cocok Dikirim ke Rekan Kerja
Direktur Utama PT Jasaraharja Putera, Abdul Haris, turut menyampaikan pentingnya kolaborasi ini bagi kenyamanan pemudik.
“Keterlibatan JRP Insurance dalam program Mudik Gratis bersama ASDP ini adalah bagian dari tanggung jawab kami untuk memastikan akses penumpang di wilayah Indonesia Timur. Kami memahami bahwa mudik bukan sekadar perjalanan fisik, tapi perjalanan harapan untuk bertemu keluarga."