Sementara jumlah kendaraan mencapai 6.203 unit, turun 31,6 persen dibandingkan 9.066 unit pada periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Bayar Tagihan Makin Hemat! BRImo Bagi-Bagi Cashback hingga 20%
Terdistribusi Merata
Penurunan jumlah pada H-1 ini mengindikasikan bahwa sebagian masyarakat telah memilih untuk melakukan perjalanan lebih awal. Hal ini membuat arus mudik menjadi lebih merata dan tidak menumpuk di satu waktu.
Untuk menjaga kelancaran operasional, ASDP mengoperasikan 28 hingga 33 kapal per hari secara fleksibel sesuai kondisi di lapangan, serta menerapkan delaying system di sejumlah buffer zone dengan dukungan 1.185 personel di Merak dan 741 personel di Bakauheni.
Baca Juga: 20 Inspirasi Ucapan Selamat Lebaran yang Menyentuh untuk Dibagikan di Media Sosial
Di sisi lain, layanan digital juga terus ditingkatkan melalui platform Ferizy. Melalui layanan ini, kamu bisa memesan tiket hingga 60 hari sebelum keberangkatan. Tiket yang dibeli juga dapat diterima dengan mudah melalui WhatsApp maupun email, lengkap dengan berbagai opsi pembayaran digital yang praktis.
Secara kumulatif, pergerakan penumpang dari Jawa menuju Sumatera pada periode H-10 hingga H-1 mencapai 817.456 orang. Angka ini meningkat 2,4 persen dibandingkan tahun lalu yang sebanyak 798.141 orang.
Untuk kendaraan, jumlahnya mencapai 218.218 unit atau naik 7,7 persen dari sebelumnya 202.588 unit.
Sementara itu, arus penumpang dari Sumatera ke Jawa juga mengalami peningkatan. Jumlahnya tercatat sebanyak 386.942 orang atau naik 3,9 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 372.547 orang. Untuk kendaraan, jumlahnya mencapai 79.404 unit, meningkat 9 persen dibandingkan 72.869 unit pada periode sebelumnya.
ASDP kembali mengingatkan masyarakat agar merencanakan perjalanan sejak awal dan memastikan tiket sudah dimiliki sebelum tiba di pelabuhan.
Dengan berbagai kesiapan yang telah dilakukan, ASDP berkomitmen memberikan layanan penyeberangan yang aman, tertib, dan nyaman, baik saat arus mudik maupun arus balik. ***