rilis-bumn

Hutan Lestari Pertamina: Menyulam Alam dan Kesejahteraan Masyarakat

Minggu, 22 Maret 2026 | 10:45 WIB
Pertamina melalui program Hutan Lestari menyeimbangkan pelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat dengan menanam jutaan pohon dan memberdayakan warga. (Dok. Pertamina)

Perubahan ini terjadi setelah Pertamina memperkenalkan Sekolah Hutan Lestari. KUPS Margo Rukun, yang sebelumnya aktif merusak hutan, kini menanam 50.000 bibit pohon Multi-Purpose Tree Species (MPTS) dan mengubah limbah kopi menjadi pupuk berkualitas lewat unit Pertaganik Bestari.

Baca Juga: Presiden Prabowo Gunakan Momen Lebaran untuk Tinjau Pemulihan di Aceh Tamiang

KUPS Margo Rukun kini mencatat omzet hingga Rp2,2 miliar per tahun, dan metode mereka diadopsi berbagai perusahaan multinasional sebagai standar rehabilitasi lahan di Lampung.

Di pesisir Selatan Jawa, Wahyono dari Kampung Laut, Cilacap, menanam kembali mangrove di lahan gersang yang dulunya rusak parah akibat pembalakan.

"Dulu semuanya gersang, namun, saya yakin mangrove adalah 'pabrik' alami kita, kini, keraguan warga sirna," ujar Wahyono. Bibit mangrove mandirinya kini mencapai 800 ribu setiap tahun, dan kawasan tersebut menjadi pusat eduwisata yang diakui peneliti internasional.

Baca Juga: Ramadan Dorong Lonjakan ZISWAF, Dana yang Dihimpun BSI Tembus Rp30 Miliar

Wahyono menambahkan, "Dulu mereka bilang saya gila, sekarang kita 'gila' bersama-sama untuk menjaga hutan demi masa depan anak cucu."

Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, menegaskan bahwa ketiga kisah ini mencerminkan komitmen Pertamina mendukung kedaulatan pangan nasional sesuai visi pemerintah era Presiden Prabowo Subianto.

Program Hutan Lestari telah menanam lebih dari delapan juta pohon produktif dan mangrove, serta memberdayakan masyarakat melalui integrasi reforestasi, ekonomi, dan edukasi.

Baca Juga: Libur Lebaran Makin Aesthetic, Ada Hutan Menyala di TMII

"Pertamina membuktikan bahwa menjaga energi bumi bisa sejalan dengan menghidupkan kemandirian masyarakat, hutan tidak lagi hanya dijaga agar tidak rusak, tapi dirawat agar terus memberi kehidupan.” Lanjut Baron.

Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama mengakhiri kelaparan (SDG 2), konsumsi dan produksi berkelanjutan (SDG 12), serta aksi iklim (SDG 13), sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).***

Halaman:

Tags

Terkini