Pada lintasan Hunimua–Waipirit, layanan penuh diberlakukan pada 17–18 Maret serta saat arus balik pada 28–29 Maret 2026.
Kebijakan ini menjadi faktor kunci dalam menjaga arus penyeberangan tetap tertib, lancar, dan terkendali di tengah lonjakan mobilitas.
Baca Juga: Tinggal Sedikit Lagi! Poinmu Bisa Jadi Hadiah Besar di Undi-Undi Hepi 2026
Kelancaran Mobilitas
Berdasarkan data ASDP Cabang Ambon, sejak H-10 hingga H+2 Lebaran, lebih dari 102 ribu penumpang dan sekitar 25 ribu unit kendaraan telah terlayani di lintasan tersebut.
Operasional ini didukung oleh KMP Terubuk dan KMP Rokatenda.
Capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat sekaligus menunjukkan keberhasilan optimalisasi layanan yang berdampak langsung pada kelancaran mobilitas.
Baca Juga: Memperkuat UMKM Lokal, PT TIMAH Hadirkan Rumah Batik di Pulau Kundur
Optimalisasi serupa juga diterapkan di lintasan Tampo–Torobulu.
Dengan dukungan KMP Nuku, KMP Teluk Cendrawasih II, dan KMP Pulau Rubiah, layanan 24 jam mampu mengakomodasi sekitar 2.987 penumpang pejalan kaki dan 8.075 kendaraan sejak H-7 hingga H+2.
Untuk menjaga kelancaran arus, dilakukan pula pengalihan operasional KMP Bahteramas II dari lintasan perintis Kamaru–Wanci ke lintasan komersial Labuan–Amolengo.
Baca Juga: Arus Mudik Idulfitri 1447H: One Way Nasional Resmi Ditutup, Lalu Lintas Kembali Normal
General Manager ASDP Cabang Baubau, Sullivan Ramadhana Miraza, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi antisipatif menghadapi arus balik.
“Kami memproyeksikan lonjakan signifikan pada arus balik. Oleh karena itu, KMP Bahteramas II tetap dioperasikan di lintasan Labuan–Amolengo hingga H+5 sebelum kembali ke lintasan awal,” jelasnya.
Di wilayah lain, peningkatan layanan juga dilakukan pada lintasan Bastiong–Rum di Ternate dengan menambah frekuensi dari tiga menjadi empat trip per hari.
Baca Juga: Buruan Cek! Tiket Kereta Eksekutif Dapat Potongan 20 Persen, Ini Cara Dapatkannya