Sementara itu, pada lintasan Bastiong–Sofifi, frekuensi layanan meningkat hingga 60% dibandingkan periode sebelumnya.
Selama periode mudik, tercatat mobilisasi mencapai 1.747 penumpang pejalan kaki dan sekitar 823 unit kendaraan.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk memastikan kelancaran arus penyeberangan sekaligus menjaga kualitas pelayanan bagi pengguna jasa.
Baca Juga: Buruan Cek! Tiket Kereta Eksekutif Dapat Potongan 20 Persen, Ini Cara Dapatkannya
Melalui berbagai langkah tersebut, ASDP kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kelancaran, ketertiban, dan kenyamanan layanan penyeberangan di Wilayah Timur.
Penerapan operasional 24 jam tidak hanya menjadi strategi teknis, tetapi juga mencerminkan kehadiran negara dalam memastikan konektivitas tetap terjaga, memperkuat integrasi wilayah, serta menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih pasti, aman, dan manusiawi bagi seluruh masyarakat.***